0

Bayi 1 Bulan: Mulai Mengenali Suara Orang Tua

Selamat 1 Bulan sayang… 

Bayi 1 Bulan: Mulai Mengenali Suara Orang Tua

     

Bayi 1 bulan memang masih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur. Namun otaknya telah mulai berkembang pesat sehingga perlu sering diajak berkomunikasi.
Pada usia ini memang belum banyak perkembangan yang terlihat, namun bukan berarti si Kecil tidak perlu diajak berinteraksi. Justru di masa-masa ini dia perlu mendapat rangsangan cukup agar mampu berkembang secara optimal. Mengenali hal-hal apa yang umumnya dikuasai bayi seusianya dapat menjadi panduan Anda dalam merawat si Buah Hati.

Berat bayi Anda bisa jadi akan sedikit menurun di masa awal setelah kelahiran. Namun bobot bayi baru lahir akan kembali naik dalam 10-12 hari. Setelah itu, kebanyakan akan mengalami pertambahan berat badan sebanyak 113-227 gram tiap minggu dan bertambah panjang 2,5-3,5 cm di bulan pertama.
Kemampuan Motorik

Anda dapat merasakan tangannya yang mencengkeram tangan atau pakaian Anda dengan kencang. Berikut beberapa kemampuan lain yang pada umumnya dimiliki bayi 1 bulan.
Pada usia 2 minggu, bayi dapat fokus memperhatikan obyek yang berada pada jarak 20-35 cm. Menggerakkan wajah Anda ke kiri dan ke kanan akan melatih otot matanya untuk fokus dan mengikuti pergerakan obyek.

Bayi memang sebaiknya tidur dalam posisi telentang. Namun ada baiknya di saat terbangun, bayi yang berusia sekitar 3 minggu ke atas ditelungkupkan untuk memperkuat otot leher mereka. Posisi ini juga dibutuhkan bayi untuk belajar merangkak, berguling, dan persiapan duduk. Pada waktunya, sistem saraf dan kontrol ototnya akan makin matang sehingga gerakannya semakin luwes.

Bayi secara alami terbiasa untuk mengisap. Sehingga dia akan sering terlihat ingin mengisap jari-jari tangannya sendiri. Menempatkan dot dapat membantu jika dia sedang ingin mengisap, tapi tidak sedang haus

Pada usia 4 minggu, bayi mulai belajar dan mengeksplorasi bagaimana tangan dan kakinya dapat bergerak sebagai bagian dari tubuhnya, termasuk anggota tubuh lain.

Pada usia 1 bulan, dia sudah dapat menggeleng-gelengkan kepala dalam posisi telungkup.

Kemampuan Bicara

Pengalaman pertama bayi untuk belajar bicara adalah dengan mendengarkan Anda dan orang-orang di sekitarnya bicara. Maka pastikan Anda terus mengajaknya bicara meski dia belum dapat memahami apa pun perkataan Anda.
Bayi dapat mengeluarkan suara “ah” ketika melihat wajah dan mendengar suara Anda.
Saat dia menangis, Anda sewajarnya datang untuk memenuhi kebutuhannya. Pada saat-saat ini, bayi akan belajar bahwa dia mulai dapat berkomunikasi.

Kemampuan Sosial

Bayi 1 bulan senang melihat wajah orang-orang di sekelilingnya. Bayi mulai mengenali orang tuanya pada usia 2 minggu. Dia juga dapat berinteraksi dengan cara-cara berikut.
Bayi 1 bulan dapat fokus memperhatikan wajah yang berada dekat dengan pandangannya. Dia mulai memperhatikan mimik wajah orang-orang.

Dia kadang-kadang terkejut saat mendengar suara kencang atau bahkan merespons dengan tangisan.

Menjelang usia sebulan, sebagian bayi bisa jadi mulai mampu menunjukkan ekspresinya dengan tertawa, mengeluarkan suara-suara, atau bergumam. Hal tersebut menjadi caranya untuk berkomunikasi. Pastikan Anda juga merespons ekspresinya.

Si Kecil dapat mendengarkan Anda sedang berbincang dengan orang di sekeliling. Dia juga belajar untuk bicara dengan mendengarkan suara yang Anda ucapkan kepadanya.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Setelah bayi lahir, dokter atau orang tua akan memotong tali pusat sehingga meninggalkan pangkalnya yang menggantung pada pusar. Tali pusat ini akan puput dalam beberapa hari atau minggu. Pada saat tali pusatnya masih ada, pastikan area sekitar ini tetap kering sehingga bayi sebaiknya dimandikan sementara waktu dengan washlap.
Jika dia menangis nonstop lebih dari tiga jam dan hal ini berlangsung pada lebih dari tiga hari dalam sepekan tanpa alasan yang jelas, terdapat kemungkinan dia mengalami kolik. Kondisi ini ditandai dengan kakinya yang naik-turun dan sering kentut. Tangisan panjangnya biasa terjadi pada sore hari sekitar pukul 18.00 ke atas. Untungnya, sekitar 90 persen kolik akan hilang setelah mencapai usia 4 bulan.
Selain kolik, umumnya bayi memang akan sedikit rewel pada sore hari karena dalam sehari bisa jadi dia kelelahan dalam merespons banyak hal, seperti suara dan orang-orang yang berlalu-lalang di sekelilingnya. Anda dapat menenangkannya dengan pijatan lembut, memeluknya atau  dengan menimang bayinya.
Butuh waktu baginya untuk menyesuaikan diri dengan dunia luar setelah sekian lama berada di dalam rahim yang nyaman. Namun pada dasarnya, otak bayi berkembang sangat pesat. Tiap kali berinteraksi, kemampuan bayi Anda akan berkembang dalam hal cara berpikir, mengingat, dan belajar.
Anda dapat merangsang perkembangan sosialnya dengan berbicara dengannya dalam jarak dekat sambil memandang mata untuk melatih si Kecil fokus mendengarkan. Penelitian menemukan bahwa bayi yang diajak berkomunikasi lebih cepat belajar di masa yang akan datang dibandingkan yang tidak diajak berinteraksi.

0

Langkah Memberikan ASI Perah yang Telah di Simpan dalam Lemari Pendingin


Langkah Memberikan ASI Perah yang Telah di Simpan dalam Lemari Pendingin

Jika anda termasuk seorang wanita yang harus melakukan kegiatan di luar rumah, atau anda harus kembali bekerja namun tetap ingin memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi anda. Namun anda tidak perlu cemas, anda dapat mengatasinya dengan Air Susu Ibu Perah atau ASIP. Ada beberapa hal yang penting untuk anda ketahui, yaitu cara yang benar dalam menyimpan juga memberikan ASI perah tersebut. Anda juga harus mengetahui cara penyimpanan ASI perah yang benar.

Jika terjadi kesalahan pada penyimpanan dapat menyebabkan ASI perah tersebut rusak dan menurunnya kualitas ASI. Selain itu cara pemberian ASI perah yang salah, dapat menyebabkan bayi tidak ingin menyusui langsung pada ibunya. Sebelum ASI perah ini diberikan pada bayi, ASI perah yang telah disimpan dalam lemari pendingin diharuskan untuk melalui tahapan ini :
1.    Ambilah ASI perah yang telah disimpan sesuai waktu pemerahan ASI atau ASI yang paling pertama diperah harus terlebih dulu diberikan.
2.    Jika ASI perah telah disimpan dalam lemari pendingin, maka anda hanya perlu menghangatkan dengan memasukan botol pada wadah yang berisikan air hangat sekitar 15 menit, kemudian kocok perlahan.
3.    Untuk ASI perah yang sudah beku atau sebelumnya disimpan di dalam freezer, maka sebaiknya cairkan dulu ASI perah tersebut dalam lemari pendingin sekitar 12 jam. Letakkan botol ASI perah di dalam lemari pendingin semalaman sebelum ASI perah tersebut dibutuhkan. Hindari mencairkan ASI perah dalam suhu kamar. ASI perah yang telah dipanaskan tidak bisa kembali dibekukan, namun masih bisa disimpan pada lemari pendingin sekitar 24 jam.
4.    Jika cara pencairan cepat sangat diperlukan, anda dapat mencairkan ASI peras dengan dialiri air atau dengan cara direndam oleh air. Peganglah botol ASI perah di bawah air yang mengalirdengan suhu ruang kemudian tingkatkan temperatur pada air secara berkala sampai ASI perah mencair. Atau anda dapat meletakan botol ASI perah ke dalam wadah yang berisi air bersuhu ruang, kemudian ganti air rendaman tersebut beberapa kali menggunakan air yang sedikit lebih hangat sampai ASI perah mencair. Perubahan suhu air yang bertahap sangat berguna bagi kandungan ASI di dalamnya. ASI perah yang telah dicairkan ini hanya dapat disimpan pada lemari pendingin maksimal 4 jam.

 

5.    Selain dengan menggunakan wadah dengan air hangat, cara mencairkan ASI perah yang cepat anda dapat menggunakan alat bottle warmer. Jika anda hendak menggunakan alat tersebut sebaiknya anda memperhatikan cara kerjanya. Pastikan suhu berubah secara bertahap, dengan alat yang telah diuji pada ASI. Setelah ASI perah terasa hangat, segera keluarkan dan jangan terus menerus dihangatkan.
6.    ASI perah sangat tidak dianjurkan untuk dipanaskan menggunakan microwave ataupun dipanaskan menggunakan kompor seperti di rebus. Cara tersebut bisa membuat kandungan ASI perah berubah. Hal tersebut juga dapat membuat mulut dan kerongkongan bayi terbakar.
7.    Sebenarnya ASI perah tidak diharuskan untuk dipanaskan, namun biasanya ini dipengaruhi kebiasaan yang ada dalam keluarga. Bayi dengan sendirinya akan menunjukan apa yang ia suka, baik ASI perah yang hangat maupun dingin.
8.    Biasakan membuang ASI perah yang tersisa, sisa dari asi tersebut jangan diberikan kembali pada bayi dalam waktu minum yang berbeda, dan jangan juga menyimpan kembali dalam lemari pendingin ataupun di hangatkan kembali. Jika bayi sering menyisakan ASI perahnya maka hangatkan ASI perah seperlunya, kemudian sisanya dapat anda simpan kembali dalam lemari pedingin bukan di dalam freezer.
9.    Sebaiknya anda memberikan ASI perah menggunakan sendok yang kecil secara perlahan.

Copyright © 2016, Bidanku.com. All Rights Reserved

0

Hasil ctg nya kurang bagus😭

Si dede stress.. Ini karna mama nya abis nangis.. Kangen sm papa nya😭

Skrg lg di oksigen.. Nanti ctg ulang.. Kalo hasilnya msh kurang Bagus.. Harus segera cesar😭

Mohon do’anya yaa
Sayang nya mama.. Soleh nya mama.. Semangatt yaa sayang..semangat bareng mama.. 

0

apa dan bagaimana kepala bayi sudah masuk panggul?

​Dalam beberapa minggu ini di FB dan Fanpages Bidan Kita, maupun di Fb Group Gentle Birth Untuk Semua, para bunda menanyakan dan mengungkapkan tentang kondisi kehamilannya dimana kepala janin belum masuk panggul padahal umur kehamilan mereka sudah memasuki trimester ke tiga. Karena memang pada trimestrer ketiga akhir, seharusnya kepala janin sudah masuk panggul.
Saat kepala janin turun ke dalam panggul Anda, seberapa jauh ia telah turun diukur dengan istilah  ‘stasiun/stage ( level spina ischiadica )” mulai dari 0 sampai 5. “0 Station” (“Zero Station”) berarti bahwa puncak kepala telah mengalami desensus atau penurunan setinggi spina ischiadica. Keadaan ini umumnya disebut sebagai engage oleh karena diameter terbesar kepala sudah masuk pintu atas panggul. Bila puncak kepala masih belum mencapai ketinggian spina ischiadica maka keadaan ini ditandai dengan angka ( – ) , seperti station -2 berarti bahwa puncak kepala masih berada 2 cm diatas spina ischiadica

** Lihat Gambar Panggul
Bila puncak kepala sudah berada dibawah ketinggian spina ischiadica maka keadaan ini ditandai dengan ( + ), seperti station +2 berarti bahwa puncak kepala sudah berada 2 cm dibawah spina ischiadica. Station -3 menunjukkan bahwa kepala masih “mengapung” dan station yang lebih besar dari +3 menunjukkan bahwa kepala sudah mengalami “crowning” dan siap untuk dilahirkan. Pada primigravida, engagemen ( station 0 atau +1 ) umumnya sudah berlangsung beberapa hari ( atau beberapa minggu ) menjelang persalinan ; pada multigravida, station -2 atau -3 sering terjadi sampai menjelang persalinan atau bahkan saat dilatasi servik sudah hampir lengkap.

** Lihat panggul dan kepala janin
Kapan sebenarnya kepala janin bisa masuk panggul? Hal ini sepenuhnya terserah pada janin atau bayi Anda. Ya, janin dapat aja kepalanya masuk panggul lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya, dan ini tidak berarti bahwa jika kepala janin Anda tidak masuk panggul sebelum persalinan dimulai, berarti ada masalah. Bahkan untuk pertama kalinya bagi ibu, kepala janin baru masuk panggul ketika persalinan dimulai, dengan kontraksi yang membantu membawa kepala janin turun ke bawah panggul secara perlahan.  Jadi sebenarnya tidak ada rumus yang menyatakan bahwa kepala janin harus masuk panggul terlebih dahulu supaya Anda bisa melahirkan secara normal. Karena pada dasarnya kepala janin akan masuk panggul ketika janin Anda suadah siap. Dan ini tak ada hubungannya dengan kemampuan tubuh Anda yang kurang atau janin Anda nakal. Karena pada dasarnya tubuh seorang wanita mempunyai pengetahuan yang sempurna untuk dapat melahirkan secara normal alami. Karena wanita di ciptakan untuk melahirkan.
Janin Anda tahu kapan waktu yang tepat baginya untuk menurunkan kepalanya – jadi percayai tubuh Anda dan janin Anda. Percayai bahwa mereka akan bekerja serentak secara harmonis ketika waktunya sudah tepat. Ingat Tubuh Anda dirancang untuk melahirkan alami, jadi janga khawatir. Jika Bayi saya tidak masuk panggul apakah berarti panggul saya terlalu sempit dan kecil untuknya? Tidak sama sekali. Hanya sejumlah kecil kasus dimana kepala janin tidak masuk panggul bahkan pada umur kehamilan 41-42 minggu, itu lebih mungkin bahwa janin Anda telah mengadopsi posisi yang sulit di panggul Anda daripada janin Anda yang terlalu besar untuk panggul, mengingat bahwa itu hanya masih Mungkin janin Anda hanya belum siap untuk masuk panggul. Bagi janin yang berada posisi sulit seperti posisi posterior atau lain, Anda juga dapat juga mencari terapi alternatif seperti hypnobirthing, chiropractic dan akupunktur untuk membantu memperbaiki posisi janin..
Untuk penjelasan lebih banyak tentang panggu sempit silahkan buka link di : http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=299:cepalo-pelvic-disoroportion-cpd-ketidak-sesuaian-janin-dan-panggul-ibu&catid=44:natural-childbirth&Itemid=56
Bagaimana dengan induksi?
Melakukan induksi pada janin dengan posisi kepala belum masuk panggul dapat menjadi bencana dan bumerang bagi semuanya. tidak hanya meningkatkan resiko gawat janin dan caesar, tetapi jika ketuban pecah gara-gara tindakan induksi dan posisi kepala janin masih tinggi tinggi / unengaged, prolaps tali pusat adalah risiko terbesar. Dimana tali pusat bisa turun terbawa arus air ketuban yang pecah dan bisa turun di bawah kepala janin dan bisa prolaps melalui vagina, sehingga ketika kepala janin turun besar kemungkinann tali pusat “tergencet” kepala sehingga secara otomatis bayi bisa kekurangan suplai darah dan oksigen, dan ini sangat fatal sekali. Sebuah kehamilan cukup bulan adalah 38 minggu sampai dengan 42 minggu, sehingga ketika janin Anda sehat dan Anda sehat, tidak ada alasan untuk menjadwalkan induksi setidaknya sampai saat itu, untuk memberikan janin Anda kesempatan terbaik untuk dilahirkan pada hari yang ia / dia putuskan adalah waktu yang paling tepat. Janin yang diinduksi pada  stasiun -5akan memberikan risiko 70-80% untuk operasi caesar. Jadi induksi sebaiknya dihindari, kepercayaan dan menunggu adalah obat terbaik. Apakah saya Perlu caesar? Posisi kepala janin belum masuk panggul bukan berarti bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk dapal proses persalinan Anda. Jadi ketika Anda melakukan pelmeriksaan kehamilan dan bidan atau dokter kandungan Anda menyatakan bahwa kepala janin Anda belum masuk panggul (padahal seharusnya sudah masuk panggul), maka langkah yang harus And lakukan adalah berdayakan diri untuk mencari informasi untuk mengupayakan posisi janin Anda lebih optimal seingga kepala janin Anda bisa segera masuk panggul. Berjalan, berenang (gaya dada atau apa pun yang mana posisi perut ibu di bawah/telungkup!) naik turun tangga, goyang inul/ perlvic rocking, yoga, belly dance, hypnobirthing, dan masih banyak cara lain untuk mengupayakan hal ini seperti akupunktur atau chiropraktic. Namun meskipun demikan, Jangan terlalu memaksakan diri! Ingat – banyak wanita dengan kepala janin belum masuk panggul pada saat persalinan tetap dapat melahirkan dengan normal alami melalui vaginanya. Hal yang sangat disayangkan adalah dimana di dalam buku pelajaran kebidanan selalu menyebutkan bahwa kepala janin harus masuk panggul di umur tertentu yang mana akhirnya hal ini menjadi harga mati bahwa jika di umur tersebut kepala janin belum masuk panggul berarti ada sesuatu dan harus di siapkan untuk SC. Terlebih lagi banyak buku yang menyatakan bahwa mayoritas ibu primigravisa (hamil pertamakali) maka kepala janin hars sedah masuk ke dalam panggul beberapa minggu sebelum persalinan dimulai. Padahal sebenarnya tidak. Ketika Anda mampu memahami dan menggali akar masalahnya yang menyebabkan kepala janin belum mau masuk panggul maka Anda dapat menentukan pilihan dan langkah yang lebih bijak untuk memperbaikinya. Mari berdayakan diri Anda. Salam hangat Bidan Kita
Referensi: Diegmann EK, Chez RA, Danclair WG. “Station in early labor in nulliparous women at term.” J Nurse Midwifery. 1995 Jul- Aug;40(4):382-5. Takahashi K, Suzuki K. “Incidence and significance of the unengaged fetal head in nulliparas in early labor.” Int J Biol Res Pregnancy. 1982;3(1):8-9. Murphy K, Shah L, Cohen WR. “Labor and delivery in nulliparous women who present with an unengaged fetal head.” J Perinatol. 1998 Mar-Apr;18(2):122-5. Â

0

sudah berapa persen mama papa siap menyambut km?

Yaa beginilah dek persiapan mamah.. Papah kerja.. Mama cm sempet beli baju n peralatan kamu via online shopping😀.. 

Baju2 lucu,  berburu pampers diskonan pula😀

Eh itu ada si Kevin.. Dia yg 3 hari ini nemenin mama bobo pas ldr an sm papa. . Tp mama baru aja kena cakar karna dia mau naik ke kasur ga bilang2😦

Hmm.. Apa lagiii yaa yg mama belum siapin? 

0

Kelas Hypnopregnancy

Hari ini kita sekolah yaa dek.. Kita ikut kelas hypnopregnancy biar pinterr.. Hehe.. Biar nanti pas persalinan ga kikuk.. Minimal punya ilmu nya.. Karna s egala sesuatu kan butuh ilmunya.. Apalagi melahirkan,  nanti pas saatnya ga tau teknik nya kan berabe.. Xixixi.. 

Sabtu minggu lalu kita udah ikut kelas senam hamil. Ada sekitar 11 orang yg ikut kelas hamil, yang semuanya ibu muda anak pertama :) 

Sekarang kelas hypnopregnancy yang ikut 2 orang aja dek.. 

0

 Proses Pembukaan Saat Melahirkan 

 Proses Pembukaan Saat Melahirkan 

Melahirkan merupakan momen yang paling ditunggu oleh semua wanita di dunia ini karena dengan menjalani proses tersebut seorang wanita akan menyandang status kebanggaan baru yaitu sebagai seorang ibu. Setelah menjalani proses kehamilan dan mengandung sang buah hati selama 9 bulan dan melahirkan adalah puncak dari segala keadaan tersebut. Bagi para ibu hamil yang sudah masuk dalam bulan melahirkan, sebaiknya segera mempersiapkan diri untuk menyambut buah hati.
Bagaimana Proses Melahirkan Terjadi ??
Nah, pada kesempatan kali ini dalam artikel ini akan dibahas proses melahirkan. Sebenarnya proses melahirkan itu sendiri sampai saat belum bisa dijelaskan dengan pasti namun beberapa peneliti mengasumsikan bahwa ibu yang akan melahirkan di dalam tubuhnya akan terjadi perubahan hormone sehingga mampu melunakan serviks atau leher rahim sehingga bayi dapat keluar dari dalamnya. perubahan hormone ini ditandai dengan adanya kontraksi-kontraksi yang akan dirasakan oleh sang ibu.
Kontraksi ini akan muncul dan akan terus terjadi pada frekuensi waktu tertentu diiringi dengan rasa sakit yang makin lama akan makin terasa sakit hingga waktu melahirkan tiba. Kontraksi ini juga memicu bayi di dalam perut menuju ke bawah sehingga semakin siap untuk keluar dari dalam perut. Pada saat kontraksi terjadi, kepala bayi akan semakin dalam menyentuh bagian leher rahim atau serviks dan kemudian membuatnya semakin tipis dan semakin lebar. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dapa diilustrasikan ketika sedang mencoba mengenakan kaos turtleneck (kaos yang bagian kerahnya berbentuk bulat dan cukup tebal serta cukup sempit). Ketika mencoba mengenakannya mungkin pada awalnya sangat susah namun setelah dipaksakan maka bahan yang cukup tebal ini bisa melar dan akhirnya kepala bisa masuk.
Apa itu Proses Pembukaan Saat Melahirkan ??
Kontraksi yang dirasakan oleh ibu semakin lama akan semakin kuat seiring dengan bertahapnya proses kontraksi. Pada saat tersebutlah juga terjadi proses yang dinamakan pembukaan dimana leher rahim mulai terbuka meskipun memakan waktu yang cukup lama. Namun waktu yang dibutuhkan yang lama ini adalah proses karena kontraksi berjalan cukup lambat. Banyak ibu hamil yang merasakan kontraksi pertama lebih baik menghabiskan waktunya di rumah saja sambil menonton TV atau membaca buku dan masih bisa melakukan aktivitas biasa seperti biasanya dan hal ini juga direkomendasikan oleh dokter supaya ibu juga bisa lebih rileks saat menghadapi persalinan yang semakin dekat. Karena proses pembukaan atau kontraksi pertama ini juga terkadang tidak menimbulkan rasa sakit maka seringkali banyak ibu yang tidak tahu bahwa dirinya sudah mengalami kontraksi.
Hingga menjelang persalinan yang semakin dekat barulah rasa sakit dari kontraksi itu muncul dan mulai menganggu aktivitas. Jika sudah dalam fase ini sebaiknya ibu hamil untuk istirahat atau sudah berada di rumah bersalin supaya lebih siap dan dapat dipantau oleh dokter apakah persalinannya sudah dekat atau masih harus menunggu lagi. Pada wanita yang hamil anak pertama biasanya akan merasakan kontraksi hingga proses persalinan pada rentang waktu 5 hingga 10 jam sedangkan untuk wanita yang sudah pernah melahirkan akan mengalami jangka waktu kontraksi sampai melahirkan dua hingga 8 jam saja.
Fase Pembukaan saat Melahirkan
Berikut ini akan disampaikan dengan jelas dan rinci mengenai proses pembukaan yang akan di hadapi oleh para ibu hamil untuk melengkapi gelarnya menjadi seorang ibu sejati. Selengkapnya simak berikut ini:
Pembukaan 1
Pada fase pembukaan satu memakan waktu yang sangat lama bahkan bisa dalam waktu beberapa hari atau bahkan bisa lebih lama hingga beberapa minggu. Pada pembukaan pertama ini biasanya kontraksi akan berjalan cepat tiap satu atau dua menit saja. Namun karena kontraksi yang dialami tidak begitu terasa sehingga banyak ibu hamil yang tidak menyadarinya dan menganggap itu hanya sebagai salah satu gejala sakit perut saja. namun ada juga beberapa ibu hamil yang merasakan pembukaan pertama ini hanya pada jeda waktu 2 hingga 6 jam saja. Biasanya mereka ini adalah ibu yang sudah mengalami persalinan hingga beberapa kali sehingga pembukaannya cepat.
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Pada proses pembukaan pertama ini bagian leher rahim atau serviks akan terbuka sebesar 1 cm. ibu juga akan mengalami rasa nyeri pada bagian pinggul dan pinggang namun rasa sakitnya tidak begitu dapat dirasakan. Terkadang dalam proses ini juga dibarengi pada keluarnya lendir yang sudah bercampur dengan darah, namun lendir ini bisa saja tidak menempel di celana dalam sehingga para ibu banyak yang tidak mengetahuinya.
Pada proses pembukaan saat melahirkan ini, para ibu tidak perlu buru-buru ke rumah bersalin karena prosesnya masih panjang hingga pada tahap persalinan. Sebaiknya ibu di rumah saja dan istirahat sembari mengamati kontraksi yang terjadi. ibu juga bisa istirahat sambil menonton TV, mendengarkan musik atau membaca buku. Sembari menunggu proses kelahiran. ibu bisa mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan saat persalinan terjadi.
Yang akan dirasakan oleh janin :
Pada tahap pembukaan pertama ini, bayi sudah berada tepat di depan jalur keluarnya namun posisinya masih berdiri dan belum bisa menembus jalan keluar tersebut. Pada tahap ini juga belum terjadi gejolak apapun di dalam panggul.
Pembukaan 2
Tahap ini juga masih menjadi tahap awal dari proses persalinan dan terjadi hingga 12 sampai 14 jam pada kehamilan anak pertama. Sedangkan untuk kehamilan anak kedua dan seterusnya akan memakan waktu 6 hingga 10 jam.
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Pada tahap pembukaan dua ini, leher rahim sudah mengalami pembukaan sebesar 2 cm. ibu akan merasakan rasa mulas dan rasa nyeri yang aneh di dalam perut seperti saat sedang haid. Beberapa ibu hamil juga mengalami rasa mual, nyeri di dalam perut dan terasa kembung bahkan ada juga yang merasakan diarea dan pusing. Pada tahap ini ibu akan mengalami pencernaan yang terganggu dan susah buang air besar oleh karena itu pada tahap ini sebaiknya ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan sehat untuk ibu hamil yang kaya akan serat dan perbanyak minum air supaya pencernaan tetap berjalan dengan lancar.
Yang akan dirasakan oleh bayi :
Pada tahap ini belum ada pergerakan yang signifikan yang dilakukan bayi di dalam perut. Keadaannya masih sama seperti pada saat pembukaan pertama.
Pembukaan 3
Pada tahap ini ibu sudah masuk dalam fase awal dalam tahap proses persalinan karena leher rahim sudah membuka sebesar 3 cm.
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Pada tahap ini ibu hamil akan mulai merasakan goncangan kontraksi yang sudah cukup keras dan menimbulkan rasa sakit. Kontraksi ini akan berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam jedanya pada kontraksi pertama hingga ke kontraksi selanjutnya. karena kontraksi pada tahap ini sudah cukup kuat maka, ibu disarankan untuk menuju ke rumah bersalin saja untuk mendapatkan pantauan yang tepat oleh dokter, agar ibu juga tahu bahwa apakah proses kelahiran sudah dalam waktu dekat atau masih lama. Pada tahap ini ibu juga bisa memberikan kabar kepada orang terdekat perihal persalinannya supaya semuanya disiapkan.
Yang akan dirasakan oleh bayi :
Pergerakan bayi pada tahap ini memang belum signifikan namun kepala bayi sudah semakin menyeruak leher rahim dan sudah masuk dalam area tulang panggul.
Pembukaan 4
Proses persalinan sudah semakin dekat karena leher rahim atau serviks sudah membuka sebesar 4 cm.
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Rasa sakit karena kontraksi yang dirasakan oleh ibu akan semakin terasa dan semakin sakit. Keadaan mulut rahim juga menjadi lebih tipis karena kontraksi yang terjadi semakin mendorong bayi menuju jalan keluarnya. Pada tahap ini juga akan terjadi gejala yang sangat khas yaitu pecahnya air ketuban sehingga semakin memudahkan bayi ketika hendak keluar dari dalam perut. Namun tidak semua ibu hamil akan mengalami pecah ketuban pada pembukaan 4 ini, bisa saja air ketuban akan pecah pada pembukaan 5 atau bahkan pada pembukaan 6.
Yang akan dirasakan oleh bayi :
Kontraksi yang semakin kuat terjadi akan semakin mendorong bayi untuk menyeruak ke dalam leher rahim sehingga leher rahim akan menjadi lebih lebar. Jalan pembukaannya pun semakin lebar sehingga, bayi akan semakin mudah meloloskan diri dari dalam perut.
Pembukaan 5
Mulut rahim sudah semakin membuka hingga pada kelebaran 5 cm.
Yang akan dirasakan ibu :
Kontraksi yang akan dirasakan oleh para ibu semakin kuat dan semakin kuat. Pada tahap ini akan terjadi kontraksi selama 30 hingga I jam lamanya, dengan frekuensi kontraksi yang sangat rapat yaitu setiap 1 hingga 2 menit saja dari kontraksi pertama ke kontraksi selanjutnya.
Yang akan dirasakan bayi :
Pada tahap ini kepala bayi sudah berada di bagian tulang panggul sang ibu dan sudah dalam posisi melintang. Proses bayi keluar dari dalam tubuh ibu sudah semakin dekat.
Pembukaan 6
Pada tahap ini mulut rahim ibu sudah membuka hingga pada kelebaran 6 cm.
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Kontraksi yang dirasakan oleh ibu akan semakin kuat dan sangat menganggu sang ibu. Proses kontraksi akan terjadi pada waktu 3 hingga 5 menit dari proses kontraksi pertama hingga pada proses kontraksi selanjutnya. Kontraksi ini akan memakan waktu 1 hingga 1,5 menit pada tiap frekuensi.
Yang akan dirasakan oleh bayi :
Pada tahap ini bagian kepala bayi sudah berada di dalam tulang panggul sang ibu sepenuhnya dan sudah dalam diameternya paling besar.
Pembukaan 7
Tahap ini sudah membuat mulut rahim terbuka sebesar 7 cm
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Pada tahap ini ibu akan merasakan kontraksi yang sangat kuat dibandingkan dari sebelumnya dengan jeda kontraksi dari kontraksi pertama ke kontraksi selanjutnya berkisar antara 2 hingga 3 menit. Pada 1,5 menitnya akan terjadi kontraksi yang sangat kuat sehingga, ibu akan merasa bahwa kontraksi ini tidak pernah berhenti. Pada tahap ini muGkin ibu akan mengalami shock dan cemas. Oleh karena itu pada tahap ini sangat diperlukan olah pernafasan supaya ibu tetap bisa merasakan rileks.
ads
 

Yang akan dirasakan oleh bayi :
Pada tahap ini bagian kepala bayi sudah berada di bawah dan melakukan perputaran sebesar 90 derajat, sehingga kepala bayi sudah menghadap pada bagian rectum sang ibu. Proses ini menandakan bayi akan segera keluar dari dalam perut.
Pembukaan 8
Mulut rahim ibu sudah terbuka sebesar 8 cm.
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Pada tahap ini sang ibu akan mengalami tekanan yang sangat kuat di bagian bawah punggung dan pada bagian anus serta pada tahap ini ibu akan terdorong untuk mengejan dengan sendirinya. Karena hal itulah ibu akan merasakan panas yang menjalar disekujur tubuh dan kemudian diikuti oleh munculnya keringat dingin yang tersebar di bagian seluruh tubuh. ibu juga akan semakin banyak mengeluarkan lendir bercampur darah karena pembuluh kapiler yang pecah sudah semakin banyak.
Ibu juga mungkin akan mengalami mengantuk karena oksigen di dalam kepala akan berkonsentrasi pada daerah persalinan. Pada tahap ini ibu akan merasa sangat lelah padahal masih ada pertarungan besar pada proses pembukaan 10 nanti. Oleh karena itu pada tahap ini dibutuhkan seseorang yang mendampingi seperti suami atau keluarga untuk memberikan semangat dan supaya ibu tetap sadarkan diri jangan sampai ibu pingsan.
Yang akan dirasakan oleh bayi :
Kontraksi yang kuat justru membuat bayi akan semakin mudah keluar karena mulut rahim sudah membuka cukup lebar dan letak bayi juga sudah berada di dalam tulang panggul seutuhnya.
Pembukaan 9
Pada tahap ini dinamakan sebagai tahap yang paling sulit dilalui oleh ibu karena merupakan tahap hampir akhir, yang akan membuat bayi keluar dari dalam rahim perut. Pada tahap ini mulut rahim sudah membuka sebebsar 9 cm.
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Menurut penuturan pada ibu hamil pada tahap ini merupakan tahap yang paling berat dijalani karena kontraksi yang terjadi semakin kuat dan hebat serta menimbulkan rasa sakit yang sangat kuat sehingga sangat mengganggu sang ibu. Ibu akan merasakan rasa mulas yang sangat kuat dan dorongan untuk mengejan juga makin terasa hal ini karena tekanan yang sangat kuat di bagian perut bawah. Dari segi emosional biasanya ibu akan merasakan pasrah dan tak berdaya karena rasa lemas dan sakit yang dirasakan.
Pada tahap ini ibu akan reflek mengejan namun, dokter akan mengarahkan untuk tidak mengejan sebelum pembukaan sempurna supaya tidak mengalami gangguan saat puncaknya nanti. Hal ini justru akan membuat ibu akan merasa semakin frustasi. Oleh karena itu, pada tahap ini sebaiknya ibu sudah didampingi oleh orang terdekat untuk memberikan semangat dan berbagai nasihat.
Yang akan dirasakan oleh bayi
Setiap kali kontraksi terjadi akan membuat bayi semakin mudah menurun dan sudah berada sepenuhnya di dalam area tulang panggul dan sudah semakin siap keluar.
Pembukaan 10
Pembukaan 10 merupakan pembukaan sempurna dimana mulut rahim sudah membuka sebesar 10 cm dan merupakan puncak dari segala proses yang telah dijalani sebelumnya oleh sang ibu.
Yang akan dirasakan oleh ibu :
Tekanan pada bagian otot-otot panggul sudah sangat besar karena tubuh bayi sudah sepenuhnya berada di dalamnya sehingga ibu akan secara refleks mengejan. Pada tahap ini mengejan memang diperlukan supaya mendorong bayi cepat keluar. Bagian anus akan terbuka dan akan disertai dengan rasa mulas yang terasa sangat kuat. Pada tahap ini bagian vulva atau bagian luar alat kelamin sudah membuka serta bagian perineium juga telah terbuka cukup lebar sehingga kepala bayi sudah dapat terlihat.
Kontraksi yang dirasakan sangat kuat dalam frekuensi 2 hingga 3 menit sekali dengan diiringi oleh rasa mulas yang terasa amat sangat. Kepala bayi akan semakin menekan bagian perineium sehingga bagian tersebut bisa saja sobek dengan sendirinya atau perlu pengguntingan supaya lebih memudahkan bayi keluar dari dalamnya. meskipun sebenarnya bagian perineium ini sangat elastis.
Yang akan dirasakan oleh bayi :
Bayi sudah semakin siap melihat dunia karena sudah semakin dekat dengan jalan keluarnya.
Hal yang Perlu Dilakukan Selama Proses Pembukaan
Pada tahap pembukaan awal sebaiknya anda tetap melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan. Misalnya tidur, mencuci piring, menyapu dan lainnya namun sebaiknya jangan melakukan aktivitas fisik yang berat. Perbanyak istirahat dan menonton TV atau hiburan lainnya yang bisa membuat ibu hamil menjadi lebih rileks dan tidak memikirkan proses pembukaan 1 sampai 10 yang sedang terjadi. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa ibu hamil lakukan untuk membuat persalinan menjadi lebih lancar dan supaya ibu hamil memiliki lebih banyak tenaga :
Pada tahap pembukaan awal sebaiknya lakukan aktivitas biasa dan tetap berpikiran positif atau bisa juga dengan memikirkan hal-hal yang membuat ibu bahagia. Cukup istirahat, perbanyak minum air putih hangat, mandi dengan air hangat dan makan makanan yang kaya serat. Ini akan membantu ibu hamil mempersiapkan proses persalinan.

Minum air putih yang cukup dengan sesuai pada aturannya yaitu 8 gelas air sehari. Hal ini dilakukan supaya ibu tidak mengalami dehidrasi karena proses persalinan membutuhkan tenaga yang cukup besar. Selain itu ibu hamil juga bisa menambahkan konusmsi teh, jus atau minuman yang memiliki kadar kalori tinggi supaya bisa menambah energi di dalam tubuh. (Baca juga : akibat kekurangan air putih bagi ibu hamil)

Pada saat pembukaan proses pencernaan akan terjadi dalam waktu yang cukup lambat sehingga bisa saja menimbulkan rasa mual. Oleh karena itu, ibu hamil dapat memakan berbagai camilan ringan untuk menghindari mual tersebut seperti mengkonsumsi buah, manfaat yogurt dan roti. Sebaiknya ibu tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi seperti daging dan makanan yang digoreng.

Pilihla posisi yang nyaman untuk beraktivitas saat sedang mengalami kontraksi kecil. Sering berdiri juga bisa mempercepat bayi menurun karena adanya gaya gravitasi namun jangan terlalu sering berdiri tetap harus diperbanyak istirahat.

Ibu juga bisa melakukan pemijatan pada bagian yang pegal sambil mendengarkan musik atau melakukan hobi yang biasanya dapat membuat ibu lebih rileks sambil menunggu kontraksi yang terjadi.

Salah satu hal yang penting bagi ibu saat melakukan persalinan adalah olah pernafasan. Hal ini terkadang disepelekan namun sebenarnya sangat penting. Oleh karena itu, sejak jauh hari sebaiknya ibu telah melakukan berbagai latihan olah pernafasan supaya ketika dalam proses persalinan nanti ibu sudah mengerti dan tidak cemas pada kontraksi yang dirasakan. (Baca juga : dada sesak nafas saat hamil)

Ibu juga perlu untuk melakukan belajar teknik mengejan yang baik dan benar supaya jika pada proses persalinan nantinya, tidak salah dalam mengejan. Ibu bisa berlatih jauh dari dari hari persalinan supaya lebih siap.

Ibu bisa meminta nasihat pada wanita lainnya yang sudah pernah mengalami persalinan karena biasanya mereka akan memberikan tips yang sangat berharga bagi ibu.

Demikian informasi mengenai proses pembukaan dalam persalinan. Semoga bisa menambah ilmu bagi anda semuanya yang membacanya.
*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!
Post Date: Tuesday 12th, January 2016 / 05:32

Oleh : Yana Yulia Kategori : Persalinan
2014 © Copyright Majalah Hamil Online – Hamil.co.id. All Right Reserve World Wide