​Growth spurts terjadi kepada seluruh bayi, baik yang menerima ASI maupun susu formula. Pada masa-masa itu, buah hati akan sangat rewel meski kita lihat ciri-ciri fisiknya sehat. Tangisannya berhenti ketika disodorkan ASI.
Tidak heran, ketika growth spurts, bayi akan menempel terus pada ibu karena minta menyusu. Bayi tampak lapar terus. Kalau biasanya bayi menyusu 3 jam sekali, saat GS (growth spurts, Red), frekuensinya bisa dua kali lipat. Begitu dilepas dari payudara ibu, rewel
.GS biasanya terjadi pada 12 bulan pertama kehidupannya, diawali dari beberapa hari setelah si kecil lahir (sekitar hari ke-7-10), lalu di minggu ke-2, ke-3, ke-4, ke-6, dan berlanjut lagi di usia 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.
Namun, ini hanyalah panduan. Beberapa bayi yang mengalami GS juga bisa berlangsung di waktu- waktu yang lainnya. GS tidak berhenti saat anak sudah berusia 1 tahun, GS bisa datang secara periodik saat si kecil berusia balita hingga remaja. Semua bayi pasti akan mengalami GS.
Mengapa disebut dengan percepatan pertumbuhan? Bayi ‘didorong’ untuk tumbuh lebih cepat dari biasanya sehingga membutuhkan asupan ASI lebih banyak, tetapi sayangnya banyak bunda yang justru berpikir bahwa ASI yang bunda hasilkan sedikit karena si kecil menyusu lebih sering dari biasanya (baik itu siang dan malam) serta rewel.
Periode GS kadang bisa membuat frustasi bagi bunda, tapi bunda harus tetap tenang dan selalu ingat bahwa periode GS bersifat sementara dan merupakan salah satu periode penting dalam pertumbuhan si kecil.
Ciri-ciri bayi yang sedang mengalami GS
Bayi menyusu lebih sering dari biasanya. Hal ini bisa terjadi setiap jamnya.

Bayi lebih rewel dari biasanya di siang dan malam hari.

Bayi mengubah pola tidurnya lebih sering terbangun tengah malam, bahkan di beberapa bayi mereka tidak tidur sama sekali.

GS pada beberapa bayi justru ditandai dengan si kecil yang lebih banyak tidur. Bunda tidak perlu khawatir dengan hal ini, biarkan bayi untuk tidur sesukanya. Bagi bayi yang masih berumur 2 minggu, bunda bisa membangunkannya untuk disusui setidaknya 2 jam sekali.

Gejala GS berlangsung selama 2-3 hari. Pada beberapa kasus, ada bayi yang mengalami GS sampai 1 minggu. Setelah periode GS, bayi akan tidur lebih tenang dan lebih lama selama 1-2 hari, seolah-olah dia letih sehabis bekerja keras.
Tip menghadapi bayi yang sedang mengalami GS.
Bunda kadang bertanya apakah si kecil sudah cukup mendapatkan ASI atau tidak? Siasati dengan mengajak si kecil untuk berjalan-jalan setelah menyusu. Jika si kecil kenyang, maka dia akan tertidur setelah dibawa berjalan. Namun, si kecil menangis jika mungkin dia masih merasa lapar.

Jangan berikan suplemen tambahan apa pun seperti susu formula atau MP-ASI dini saat bayi sedang GS. Penambahan suplemen tersebut justru akan mengurangi permintaan ASI dari bayi dan berakibat berkurangnya produksi ASI yang bunda hasilkan.

Gendonglah si kecil dengan kain untuk memudahkan bunda. Menggendong dengan kain bisa membuat tangan bunda bergerak bebas dan lebih mudah menyusui sesuai dengan permintaan bayi.

Bunda mungkin akan merasa lebih capek dan lelah selama periode GS ini. Hal ini diakibatkan tubuh bunda sedang memproduksi ASI yang lebih banyak untuk si kecil. Oleh karena, perbanyaklah mengonsumsi makanan bergizi, cukupi asupan cairan, dan istirahat yang cukup.

Selalu ingat bahwa produksi ASI bunda akan bertambah sesuai dengan permintaan si kecil selama periode GS. Semakin sering bayi menyusui, maka semakin banyak juga ASI yang akan dihasilkan.,

Perhatikan tanda bahwa bayi cukup ASI, yaitu kenaikan bobot badan bayi pada grafik pertumbuhan, frekuensi BAK minimal 6 kali sehari, serta frekuensi BAB bayi sering pada awal-awal kehidupannya dan menjadi jarang mulai usia 40 hari.

Tetap tenang dan percaya diri ya,..

Percayalah bahwa ASI anda cukup dan pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi , meskipun bayi saat ini sedang mengalami fase percepatan pertumbuhan. Singkirkan pikiran negative: ASI anda tidak cukup, berkurang, hanya sedikit, sehingga bayi menjadi rewel atau menangis terus walaupun telah disusui.

Ingatlah prinsip produksi ASI: Semakin sering disusukan/dikeluarkan, semakin banyak produksinya. Pada fase percepatan pertumbuhan, bayi sedang membantu ibu untuk mempersiapakn sejumlah ASI yang diperlukan untuk usianya, karena itu bayi ‘memancing’ payudara ibu untuk terus berproduksi. Ayo, berfikirlah secara positif!

Susuilah bayi kapanpun dan semau bayi. Biarkan bayi anda menyusu sebanyak dan selama yang diinginkannya. Dengan terus menerus menyusui bayi maka payudara anda akan terstimulasi untuk menghaslkan (memproduksi) ASI yang lebih banyak lagi.

Tetaplah menjaga asupan makanan dengan gizi seimbang, dan perbanyak asupan cairan untuk membantu menjaga produksi ASI dan stamina ibu menyusui.

Selalu tanamkan mindset bahwa produksi ASI akan semakin banyak karena bayi terus menyusu

Bundakita.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s