Info, Artikel, Tips Kesehatan
Saturday, March 23, 2013
Kelahiran prematur, Gejala, Penyebab & Prosesnya
Kelahiran prematur adalah kontraksi dan pembukaan leher rahim sebelum 37 minggu masa kehamilan, dianggap sebagai persalinan prematur. Kehamilan normal berakhir dalam 40 minggu setelah hari pertama haid terakhir atau 38 minggu setelah terjadinya pembuahan. Bahaya dari kelahiran prematur adalah lahirnya bayi yang belum sempurna pertumbuhannya dan beresiko tinggi untuk mengalami komplikasi. Sekitar 10% dari semua kehamilan berakhir dengan kelahiran prematur. Dan sekitar 60% komplikasi serius atau kematian bayi terjadi akibat kelahiran prematur.

Persalinan prematur bisa menjadi sangat menakutkan, karena calon ibu takut bayinya lahir terlalu dini dan mengalami masalah yang berkaitan dengan kelahiran prematur. Jika bayi anda lahir terlalu dini, besar kemungkinannya paru-parunya belum berkembang sempurna. Jika hal ini terjadi, bayi mungkin perlu ditempatkan dalam ventilator yang dapat membantunya bernafas. Mendapatkan oksigen melalui ventilator dapat menyebabkan terjadinya komplikasi.

Bayi anda mungkin juga mengalami masalah dalam menjaga suhu tubuh normal, dan mungkin mengalami hipotermi (kedinginan). Bayi anda mungkin juga belum bisa mengkoordinasikan pergerakan otot untuk menghisap dan menelan. Jika kasus ini terjadi, ia harus diberi makan melalui jarum yang dimasukkan ke pembuluh darahnya, atau melalui selang yang dimasukkan melalui hidung, kemudian masuk ke kerongkongan dan perutnya.
 
Bayi yang lahir prematur juga mungkin mengalami komplikasi seperti pendarahan otak, meningkatnya resiko infeksi terutama meningitis dan sepsis (infeksi dalam aliran darah/peradangan di seluruh bagian tubuh), bermasalah dengan fungsi ginjal, dan jaundice (sakit kuning). Bayi yang lahir prematur juga memiliki resiko tinggi untuk komplikasi jangka panjang, yang mungkin meliputi gangguan penglihatan (bahkan kebutaan), gangguan pendengaran, cerebral palsy (kelumpuhan otak/gangguan fungsi motorik) dan penyakit paru-paru kronis. Semakin dini kelahirannya, semakin tinggi kecenderungannya mengalami komplikasi-komplikasi tersebut.

Anda memiliki kecenderungan untuk melahirkan prematur jika :

Anda pernah melahirkan prematur pada kehamilan sebelumnya
Anda mengandung bayi kembar
Anda memiliki bentuk rahim atau leher rahim yang abnormal
Anda pernah mendapatkan cone biopsy pada leher rahim
Usia anda di bawah 18 atau di atas 40 tahun
Anda hamil ketika menggunakan alat kontrasepsi IUD
Berat badan anda sangat rendah ketika hamil
Anda merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang
Anda mengalami keguguran pada trimester kedua pada kehamilan sebelumnya, atau anda pernah 3 kali atau lebih melakukan aborsi elektif (aborsi dengan keinginan sendiri dan bukan karena alasan medis)
Anda menderita infeksi pada leher rahim seperti gonorrhea, chlamydia, syphilis, atau trichomonas
Anda seorang karyawati atau suka melakukan aktifitas fisik yang berat
Gejalanya persalinan prematur :

Kontraksi yang terjadi lebih dari 4 kali per jam, walaupun tanpa rasa nyeri
Kram seperti saat menstruasi
Nyeri punggung bagian bawah yang tumpul/lemah dan konstan
Tekanan pada panggul
Kram perut atau kembung
Keluar cairan dari vagina yang menyembur atau merembes
Penyebabnya persalinan prematur :

Persalinan prematur mungkin didahului oleh kontraksi atau ketuban pecah dini. Walaupun sudah banyak kemajuan dalam perawatan bayi yang lahir prematur, namun belum ada kemajuan dalam pencegahan persalinan prematur. Para ahli tidak mengetahui pasti penyebab mengapa dapat terjadi ketuban pecah dini. Mereka juga tidak dapat memprediksikan secara tepat wanita hamil mana yang dapat mengalaminya. Pada beberapa kasus, mungkin berkaitan dengan infeksi, sementara kasus yang lainnya mungkin melibatkan bentuk abnormal leher rahim, ataupun kombinasi dari berbagai faktor. Sedangkan sekitar separuh dari seluruh kasus tidak ada penyebab yang dapat ditemukan.

Diagnosis persalinan prematur

Jika anda pergi ke Rumah Sakit karena berpikir anda mungkin akan melahirkan prematur, monitor akan diletakkan pad perut anda untuk mengukur denyut jantung bayi dan mencatat kontraksi rahim yang terjadi. Dokter juga akan melakukan pelvic examination (pemeriksaan dalam) untuk mengecek jika leher rahim anda melebar. Jika anda melaporkan bahwa anda merasa ketuban anda pecah atau jika dokter melihat ada cairan yang keluar melalui vagina, dokter akan mengambil sampel cairan tersebut untuk memastikan bahwa cairan tersebut adalah benar-benar cairan ketuban. Jika iya, sampel cairan tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk memastikan seberapa matang perkembangan paru-paru bayi anda. Atau dengan cara lain, dokter akan melakukan amniocentesis, yang juga dapat memberikan informasi mengenai kematangan perkembangan paru-paru bayi anda. Swab pada leher rahim juga akan dikirim ke laboratorium untuk mengetes adanya infeksi. Dokter juga akan mengambil urin anda untuk mengetes adanya infeksi.

Perawatan persalinan prematur

Jika anda datang ke Rumah Sakit lebih awal, dokter dapat menghentikan proses persalinan agar tidak maju dengan pemberian cairan, bed rest, pemberian obat pelumpuh otot, atau obat-obatan lainnya yang mungkin dibutuhkan selama perawatan di Rumah Sakit. Maksud dari perawatan ini adalah menunda proses persalinan dan memberikan waktu lebih lama kepada paru-paru serta organ tubuh bayi lainnya untuk berkembang dan mencapai kematangannya. Namun jika dokter tidak dapat menunda proses persalinan, akan diberikan steroid pada ibu untuk mempercepat perkembangan paru-paru bayi.

Obat-obatan yang paling umum digunakan untuk menghentikan atau memperlambat kontraksi persalinan adalah magnesium sulfat, ritodrine dan terbutaline. Sejumlah obat lainnya masih diselidiki penggunaanya, seperti prostaglandin synthetase inhibitors (indomethacin), calcium-channel blockers, aminophylline dan progesterone. Anda juga akan diberikan antibiotik profilaksis (untuk pencegahan infeksi), bahkan walaupun anda terlihat tidak mengalami infeksi. Anda biasanya juga akan diberikan steroid untuk mempercepat perkembangan paru-paru bayi.

Jika kontraksi berhasil dihentikan, anda mungkin boleh pulang dengan beberapa resep obat yang harus diminum. Anda mungkin diminta untuk mengurangi aktivitas atau bahkan harus istirahat total, sampai mendekati waktu persalinan.

Terkadang, dokter akan lebih memilih untuk melahirkan bayi secara prematur dibandingkan mencoba menunda persalinan. Pilihan ini biasanya dibuat ketika ibu menderita infeksi cairan ketuban dan rahim atau mengalami preeclampsia berat atau eclampsia. Melahirkan bayi secara prematur juga lebih baik dibandingkan menunda persalinan jika janin menunjukkan gejala yang tidak baik, placenta previa (plasenta menutupi leher rahim), abruptio placenta (lepasnya placenta dari dinding rahim) atau teridentifikasinya cacat lahir atau malformasi.

Pencegahan persalinan prematur

Hal yang paling penting yang dapat dilakukan untuk memiliki bayi yang sehat adalah mendapatkan perawatan prenatal yang memadai sedini mungkin. Faktanya, perawatan prenatal paling baik dilakukan sebelum masa kehamilan. Dengan demikian, anda yakin bahwa anda berada dalam kondisi kesehatan terbaik sebelum masa kehamilan. Dokter akan menemukan faktor resiko persalinan prematur dan mendiskusikan langkah-langkah pencegahan yang mungkin dilakukan.
 
Mengukur panjang leher rahim dengan pemeriksaan transvaginal dapat memprediksi resiko terjadinya persalinan prematur. Hal ini biasanya dilakukan antara minggu ke 20 dan 28 masa kehamilan. Peneliti mempelajari sekresi cairan vagina yang disebut cervicovaginal fetal fibronectin dapat memprediksikan persalinan prematur. Wanita yang memiliki resiko tinggi mengalami persalinan prematur dapat diperingatkan mengenai apa yang harus dilakukan jika timbul gejala persalinan prematur.

Jika anda merasa mengalami kontraksi persalinan prematur, hentikan aktifitas yang sedang anda lakukan, pergi ke kamar mandi untuk mengosongkan kandung kemih anda, kemudian berbaring pada sisi kiri tubuh anda. Anda harus minum 2 gelas air putih dan jus buah, dan cobalah untuk relaksasi. Terkadang, kontraksi dapat berhenti setelah anda mendapat cukup asupan cairan dan beristirahat. Jika kontraksi terus berlangsung dengan 4 atau lebih kontraksi per jam, atau jika anda merasa ketuban anda pecah segera pergi ke Rumah Sakit.
Proses persalinan prematur
Anda dan bayi yang prematur dianggap memiliki resiko tinggi selama proses persalinan prematur.

Anda dapat menolak pemberian obat-obatan penghilang rasa nyeri. Namun obat-obatan lain seperti antibiotik atau kortikosteroid sangat penting untuk memastikan kemungkinan bayi anda sehat setelah kelahirannya. Pastikan anda banyak bertanya mengenai perawatan medis yang dilakukan. Semakin anda mengerti mengenai keputusan dokter, semakin mengurangi kecemasan yang anda rasakan.
Jantung bayi anda akan dimonitor secara konstan. Denyut jantung, suhu tubuh, dan kontraksi rahim anda juga akan dicek secara teratur.
Anda mungkin dapat melahirkan secara normal melalui vagina sepanjang anda dan bayi anda tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya. 
Setelah kelahiran prematur
Bayi

Segera setelah tali pusat dipotong, dokter akan memantau dan menjaga kestabilan bayi anda. Jika bayi anda lahir pada usia kurang dari 36 minggu masa kehamilan, dokter akan membawanya ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk observasi dan perawatan khusus.

Selama beberapa jam atau hari pertama, bayi anda akan menyesuaikan diri hidup di luar rahim ibunya. Pada saat ini biasanya cacat lahir dan komplikasi akibat kelahiran prematur mulai terlihat.

Ibu

Sebelum air susu anda keluar (3 – 4 hari setelah melahirkan), anda akan diminta memutuskan apakah akan memberikan ASI secara langsung atau melalui botol. Susu formula tidak memberi tambahan proteksi terhadap infeksi pada bayi anda, jadi pompalah air susu untuk bayi anda setidaknya untuk minggu-minggu pertama, sampai bayi anda cukup mampu menyusu langsung dari payudara anda.

ASI mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi anda yang rentan terhadap infeksi dini yang serius, seperti sepsis dan necrotizing enterocolitis (kematian jaringan usus akibat infeksi pada saluran pencernaan) juga infeksi telinga dan saluran pernafasan atas pada masa kanak-kanak.
Kebaikan ASI dibanding susu formula antara lain penyerapan nutrisi yang lebih baik, mengaktifkan fungsi saluran pencernaan dan perkembangan sistem saraf.
Pemberian ASI dapat menjadi satu hal yang paling berharga yang pernah anda berikan pada bayi anda, walaupun sulit dan melelahkan.

Sumber::  infokesehatan1001.blogspot.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s