Amankah minum antibiotik saat hamil?

Amankah minum antibiotik saat hamil?

Hamil uk 11w

Kehamilan adalah masa yang membahagiakan bagi wanita, namun juga menuntuk banyak kehati-hatian dalam hal gaya hidup, diet termasuk obat-obatan. Mungin semua ibu hamil mempunyai pertanyaan, apakah aman atau tidak minum antibiotik selama kehamilan?. Ada beberapa obat antibiotik yang dianggap aman, dan ada juga yang tidak bagi kehamilan. Baca lebih lanjut untuk mengetahui jawaban selengkapnya :

Antibiotik adalah jenis obat-obat yang khusus digunakan untuk mengobati infeksi penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Meskipun obat ini memang bermanfaat, akan tetapi harus diminum hanya bila memang sangat diperlukan, karena bisa menghadirkan efek samping yang berbahaya. Bahkan antibiotik bisa menyebabkan efek samping bayi cacat lahir, dan wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum memutuskan minum antibiotik selama kehamilan.

Keamanan dan efek samping minum antibiotik selama kehamilan

Kategori Antibiotik
Obat dan antibiotik terdapat berbagai kategori, dan pemberiannya tergantung dari apakah aman jika dikonsumsi selama kehamilan.

Antibiotik kategori A : Antibiotik ini adalah jenis yang paling aman, karena tidak membahayakan janin pada trimester pertama atau pada saat mau melahirkan. Contohnya Mycostatin.

Antibiotik kategori B : Adalah antibiotik yang mayoritas dianggap aman selama kehamilan, karena tidak ada bukti cacat lahir atau komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan. Hal ini termasuk penisilin, cefixime, amoksisilin, naproxen, ampisilin, dan banyak lagi.

Antibiotik kategori C : Ada data yang cukup mengenai efek samping dari antibiotik jenis ini selama kehamilan, sehingga harus dihindari selama kehamilan. Hal ini termasuk Bactrim, monistat, cipro, diflucan, dll.

Antibiotik kategori D : antibiotik jenis ini harus dihindari apapun alasannya selama kehamilan dan pengobatan kehamilan, karena diketahui menyebabkan cacat lahir atau menyebabkan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan. Antibiotik kategori ini termasuk oxytetracycline, naproxen, dll.

Seiring dengan informasi tersebut diatas, ada beberapa faktor yang juga harus dipertimbangkan, yaitu :

Jenis antibiotik.
Dosis antibiotik yang diresepkan.
Jangka waktu pengobatan.
Trimester kehamilan
Durasi pemberian obat merupakan faktor penting yang harus diingat, karena paparan antibiotik yang terlalu lama bisa menyebabkan kecacatan tertentu pada janin bahkan keguguran. Trimester berapa saat Anda mengambil antibiotik juga penting untuk diperhatikan, karena ada beberapa obat antibiotik yang aman hanya selama trimester tertentu. Meskipun beberapa antibiotik bisa aman dikonsumsi selama kehamilan, namun penting bagi Anda untuk minum multivitamin harian. Jika Anda mengambil obat-obatan tertentu untuk mengobati infeksi saluran kemih, maka disarankan juga untuk mengambil suplemen harian asam folat minimal 400 miligram. Namun jika Anda mengambil vitamin prenatal, maka Anda tidak perlu lagi menambah asam folat , karena vitamin ini telah mengandung sekitar 800 miligram asam folat. Antibiotik yang diresepkan untuk mengobatik TBC, infeksi saluran pernapasan, dan jerawat harus dihindari. Karena misalnya, obat yang digunakan untuk mengobati TBC bisa menyebabkan ketulian pada anak. Beberapa dari obat ini juga bisa menghitamkan gigi bayi Anda.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Obstetri dan Ginekologi telah menunjukkan bahwa kebanyakan wanita minum antibiotik selama kehamilan atau selama persalinan. Akibatnya, setengah dari anak-anak mereka menjadi tidak bisa memperoleh manfaat pengobatan dari beberapa jenis antibiotik, terutama ampicillin, yang mengakibatkan ketidakmampuan anak untuk melawan infeksi. Sementara minum obat jenis ini selama kehamilan, adalah penting untuk mempertimbangkan efek berbahaya dari penyakit yang mempengaruhi ibu, dan efek merugikan antibiotik yang akan mengenai janin.

Setelah mempertimbangkan faktor-faktor ini, selanjutnya ibu hamil hanya mengambil antibiotik yang diresepkan. Jika ada masalah kesehatan selama kehamilan, yang penting adalah memberitahukan kepada dokter jika Anda sedanh hamil, sehingga dokter bisa meresepkan obat yang paling aman dengan dosis yang tepat khusus untuk Anda. Yang paling aman adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum mengambil apapun jenis antibiotik selama kehamilan, meskipun dikatakan termasuk dalam kategori antibiotik yang aman. Disclaimer :  Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi saja, dan tidak bisa digunakan sebagai ganti dari saran dan nasihat ahli medis atau dokter yang bersertifikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s