0

DEFINISI AKUNTANSI

DEFINISI AKUNTANSI

 

Banyak ahli mengajukan pengertian tentang akuntansi yang berasal dari bahasa Inggris accountancy. Akuntansi dapat didefinisikan sebagai berikut( Warsono, Darmawan dan Ridha, 2008):

“Akuntansi adalah proses sistematis untuk mengolah transaksi menjadi informasi keuangan yang bermanfaat bagi para penggunanya.”

Akuntansi terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu:
 
  1. Input (masukan); berupa transaksi, Yaitu peristiwa bisnis yang bersifat keuangan.
  2. Proses (prosedur); meliputi berbagai fungsi mulai dari pengidentifikasian transaksi sampai dengan penyajian informasi keuangan. Proses utama akuntansi adalah pencatatan yang terdiri dari 2(dua) fungsi, yaitu penjurnalan dan pemindah-bukuan.
  3. Output (keluaran); berupa informasi keuangan. Salah satu output akuntansi yang banyak dikenal adalah laporan keuangan (financial statements) yang terdiri dari laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca dan laporan arus kas.
 

 

 

Para pengguna informasi akuntansi antara lain terdiri dari:
 
a.    Pemilik,
b.    Kreditor (pemberi pinjaman)
c.    Manajer,
d.    Pemerintah,
e.    Karyawan,
f.    Serikat pekerja (labor union),
g.    Pelanggan,
h.    Pemasok/rekanan, dll.

Para pengguna memanfaatkan informasi akuntansi untuk memenuhi berbagai kepentingan masing-masing. Sebagai contoh, Pemilik membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai perkembangan modal yang disetorkan, Kreditor membutuhkan informasi akuntansi untuk menilai kemampuan perusahaan melunasi pinjaman, dan Manajer membutuhkan akuntansi untuk mengetahui prestasi kerjanya.
0

Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi

Neraca merupakan suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), Utang dan Modal pemilik pada waktu tertentu. Dalam neraca ini selalu menunjukkan adanya keseimbangan antara sisi Debit dengan Kredit. Keseimbangan ini selanjutnya disebut dengan persamaan dasar akuntansi (accounting equation)

Persamaan dasar akuntansi adalah rumus dasar tentang akuntansi yang secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut :

H = Harta, yaitu semua milik (Kekayaan) dari suatu perusahaan.

U = Utang, yaitu kewajiban perusahaan terhadap pihak lain.

M = Modal, yaitu hak pemilik perusahaan.              

 

Rumus lain :

 

B = Biaya, pengorbanan untuk memperoleh penghasilan

P = Pendapatan, adalah bertambahnya aktiva perusahaan.

Harta bersaldo normal di debet (bertambah) dan jika di kredit berkurang, sedangkan pendapatan bersaldo normal di kredit (bertambah) dan jika di debet berkurang, biaya mengurangi modal sedangkan pendapatan menambah modal.

Harta (assets):

Merupakan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan yang akan memberikan nilai ekonomis pada masa yang akan datang.

Contoh :

  • Harta (assets):
  • Kas (cash)
  • Piutang usaha (account receivable)
  • Piutang wesel (notes receivable)
  • Perlengkapan (supplies)
  • Beban beban dibayar dimuka (prepaid expenses)
  • Tanah (land)
  • Gedung (building)
  • Peralatan (equipment)
  • Mesin (machine)

Utang (liabilitiy)

Merupakan hak (klaim) terhadap harta dari pihak selain pemilik.

Contoh :

  • Utang usaha (accounts payable)
  • Utang wesel (notes payable)
  • Utang gaji (salary payable)
  • Utang bunga (interest payable)
  • Utang sewa (rent payable)
  • Utang pajak (tax payable)
  • Utang Obligasi (bonds payable)
  • Utang sewa guna usaha (lease obligation)
  • Dll.

Modal (owners equity)

Merupakan sisa hak terhadap harta (SD) suatu perusahaan setelah dikurangi dengan pihak ketiga (liability). Dipengaruhi oleh:

  • Revenues
  • Expenses
  • Investment
  • Prive/ drawing/ withdrawal

    Dokumen Sumber Pencatatan, Persamaan Dasar Akuntansi

    Setiap transaksi yang terjadi di perusahaan memerlukan pencatatan. Dalam proses pencatatan ini memerlukan dokumen atau bukti terjadinya transaksi agar pencatatan mampu menunjukkan kejadian yang sebenar-benarnya. Berdasarkan bukti transaksi tersebut harus dicermati agar tidak terjadi kesalahan atau penyelewengan atas kekayaan perusahaan. Adapun fungsi dari bukti transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Memastikan keabsahan transaksi yang terjadi.

    2. Sebagai rujukan atau dokumen atas peninjauan kembali transaksi (bukti) jika terjadi permasalahan di kemudian hari.

    Beberapa bukti transaksi yang biasanya terjadi di suatu perusahaan yang digunakan sebagai dokumen sumber pencatatan antara lain :

    1.  Kuitansi atau bukti penerimaan kas, merupakan dokumen surat tanda penerimaan uang yang ditandatangani oleh penerimaan uang dan diberikan kepada yang membayar uang tersebut. Bagian kanan dari lembar kuitansi diberikan kepada pihak yang membayar dan bagian kiri digunakan sebagai arsip bagi penerima uang.
    2.  Faktur, adalah bukti pembelian atau penjualan yang dilakukan secara kredit. Bukti transaksi pembelian biasanya disebut faktur pembelian demikian pula bukti transaksi penjualan dinamakan faktur penjualan.
    3.  Cek, adalah surat perintah tertulis dari pemegang rekening kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada orang yang namanya tertulis pada surat cek tersebut. Cek diterbitkan oleh suatu bank, dan diberikan kepada nasabahnya yang mempunyai simpanan dalam jumlah tertentu di bank tersebut. Jika pengeluaran uang dilakukan dengan cek maka strook yang tertinggal dalam buku cek dapat digunakan sebagai bukti transaksi.
    4.  Bilyet giro, pemilik rekening giro selain menggunakan cek dapat juga menggunakan bilyet giro sebagai alat pembayaran. Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah suatu bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya kedalam rekening pihak yang namanya tertulis pada bilyet giro pada bank yang sama atau bank lain. Dengan demikian penerima bilyet giro tidak dapat menerima dalam bentuk uang.

    Pengaruh Transaksi Keuangan terhadap Persamaan Dasar Akuntansi

  • Setiap transaksi keuangan akan memengaruhi posisi keuangan perusahaan, dengan adanya transaksi dapat memengaruhi pada kelompok aktiva saja atau bisa juga memengaruhi pasiva saja atau bahkan memengaruhi aktiva dan pasiva secara bersamaan. Artinya setiap perubahan akan menunjukkan perubahan secara berpasangan baik antara harta dengan harta, antara harta dengan utang atau antara harta dengan modal, oleh karena itu pencatatannya dinamakan sistem akuntansi  berpasangan (double entry accounting system).

 

sumber : http://jurnal-akuntansi.blogspot.com/2012/06/pengertian-persamaan-dasar-akuntansi.html

0

SKRIPSI – ANALISIS RASIO PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. TRUSCEL CAPITAL JAKARTA

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN

PADA PT. TRUSCEL CAPITAL

JAKARTA

 

 

Oleh :

 

 

Nama                          : Siti Sarahadi

NIM                            : 2012327064

Fakultas / Jurusan    : Ekonomi / Akuntansi

 

 

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS AZZAHRA

JAKARTA

2013


ANALISIS RASIO PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN

PADA PT. TRUSCEL CAPITAL

JAKARTA

 

 

 

 

 

 

 

 

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)

Universitas Islam Azzahra

Jakarta

 

Oleh :

Nama                          : Siti Sarahadi

NIM                            : 2012327064

Fakultas/Jurusan      : Ekonomi / Akuntansi

 

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM AZZAHRA

JAKARTA

2013


KATA PENGANTAR

 

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini tepat pada waktunya. Judul skripsi tersebut adalah “Analisis Rasio Profitabilitas Sebagai Alat Untuk Menilai Kinerja Keuangan pada PT. Truscel Capital Jakarta” Yang merupakan salah satu syarat untuk menempuh ujian Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi pada Universitas Azzahra.

Pada penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena disebabkan oleh terbatasnya kemampuan dan pengetahuan penulis. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perusahaan dimana penulis melakukan penelitian.

            Dengan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam mendorong dan membantu penulis dalam penyusunan Skripsi, khususnya kepada :

  1. Bapak Drs. Syamsu A. Makka, M.Si selaku Rektor Universitas Azzahra.
  2. Bapak Dr. Thamrin Lanori, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Azzahra.
  3. Bapak Tavitri Rangkuti, SE. MM, selaku dosen pembimbing pertama, yang telah menyisihkan waktunya untuk membimbing serta memberikan petunjuk dan saran sampai skripsi ini selesai.
  4. Ibu Hasmayati, SE.MM, selaku dosen pembimbing dua, yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing serta memberikan petunjuk dan saran sehingga skripsi ini dapat selesai.
  5. Seluruh dosen Universitas Azzahra yang telah mengajarkan penulis banyak pengetahuan tentang ilmu dalam dunia bisnis.
  6. Managing Partner PT. Truscel Capital /KJPP Rao, Yuhal dan Rekan, Bakthavatsalam Sridhar Rao.
  1. Orang tua, kakak dan adik-adik saya yang telah memberikan dukungan kepada saya.
  2. Kawan-kawan, rekan kerja yang selalu memberikan dorongan dan bantuannya.
  3. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

             Untuk semua bimbingan dan petunjuk yang telah diberikan, penulis mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kebaikan Bapak/Ibu mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.

              Akhir kata penulis berharap semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya, khususnya bagi perusahaan terkait dan mahasiswa Universitas Azzahra.

 Jakarta, 3 Pebruari 2014

 

 

 Siti Sarahadi

Penulis

 

 

ABSTRACT

 

Nama/NIM                  : Siti Sarahadi / 2012327064

Pembimbing I              : Tavitri Rangkuti SE. MM

Pembimbing II            : Hasmayati SE. MM

Judul Skripsi               : Analisis Rasio Profitabilitas Sebagai Alat Untuk Menilai

Kinerja Keuangan Pada PT. Truscel Capital Jakarta

Metode Penelitian       : Penelitian ke Perpustakaan dan Penelitian Lapangan

Isi Skripsi

            Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran dilihat berdasarkan rasio Profitabilitas pada laporan keuangan antara tahun 2010, 2011 dan 2012.

            Berdasarkan hasil penelitian, Analisis Rasio Profitabilitas sebagai Alat untuk Menilai Kinerja Keuangan pada PT. Truscel Capital belum berjalan dengan baik dan memuaskan, dapat dilihat melalui perhitungan Rasio Profitabilitas yang menunjukkan adanya kinerja standarisasi perusahaan yang kurang baik. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa peranan rasio keuangan PT. Truscel Capital dalam menilai kinerja standarisasi industri tidak sehat karena dibawah standarisasi yang telah ditetapkan.

 

 

DAFTAR ISI

     Hal

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN NASKAH SKRIPSI…………………………………….. ii

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI…………………………………………………….. iii

SURAT KETERANGAN PERUSAHAAN…………………………………………….. iv

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………. v

ABSTRACT………………………………………………………………………………………….. vii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………. viii

DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………………. x

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………………………… xi

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………………………….. xii

 

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah……………………………………………………………. 1

B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………… 3

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian……………………………………………….. 4

D. Sistematika Penulisan………………………………………………………………. 5

 

BAB II LANDASAN TEORI

A. Landasan Teori……………………………………………………………………….. 8

B. Pengertian Laporan Keuangan………………………………………………….. 10

C. Tujuan Laporan Keuangan……………………………………………………….. 11

D. Sifat Laporan Keuangan………………………………………………………….. 12

E. Keterbatasan Laporan Keuangan………………………………………………. 13

F. Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan……………………………………………. 15

G. Analisa Laporan Keuangan………………………………………………………. 23

H. Prosedur Analisis……………………………………………………………………. 27

I. Kerangka Pemikiran………………………………………………………………… 29

 

BAB III METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian…………………………………………………………………… 40

B. Waktu dan Lokasi Penelitian……………………………………………………. 40

C. Obyek Penelitian…………………………………………………………………….. 41

D. Teknik Pengumpulan Data……………………………………………………….. 41

E. Teknik Analisis Data……………………………………………………………….. 42

 

BAB IV ANALISIS dan PEMBAHASAN

  1. Gambaran Umum Perusahaan………………………………………………….. 44
  2. Analisis Data dan Pembahasan………………………………………………… 52

 

 

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………………………………………. 68

B. Saran……………………………………………………………………………………… 69

 

DAFTAR PUSTAKA

BIODATA PENULIS

LAMPIRAN

 

 

DAFTAR TABEL

               Halaman

Tabel 1 : Standar Industri……………………………………………………………………….. 43

Tabel 2 : Neraca…………………………………………………………………………………….. 51

Tabel 3 : Laporan Laba Rugi……………………………………………………………………. 52

Tabel 4 : Tren Net Profit Margin………………………………………………………………. 54

Tabel 5 : Tren Return On Investment………………………………………………………… 56

Tabel 6 : Tren Return On Equity………………………………………………………………. 57

Tabel 7 : Analisis Tren Rasio Profitabilitas PT. Truscel Capital…………………….. 58

Tabel 8 : Pertumbuhan Net Income…………………………………………………………… 59

Tabel 9 : Pertumbuhan Total Asset……………………………………………………………. 61

Tabel 10 : Pertumbuhan Total Equity………………………………………………………… 64

Tabel 11 : Pertumbuhan Total Revenue……………………………………………………… 65

                                                                                                                                  

 

DAFTAR GAMBAR

 

                                                                                                                    Halaman

Gambar 1 : Skema Kerangka Pemikiran………………………………………………….. 39

Gambar 2 : Struktur Organisasi……………………………………………………………… 48

Gambar 3 : Rasio Profitabilitas………………………………………………………………. 53

Gambar 4 : Tren Net Profit Margin………………………………………………………… 54

Gambar 5 : Tren Return On Investment………………………………………………….. 56

Gambar 6 : Tren Return On Equity………………………………………………………… 58

                                                                                                                 

 

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1      Laporan Keuangan PT. Truscel Capital Tahun 2010 dan 2011

Lampiran 2      Laporan Keuangan PT. Truscel Capital Tahun 2011 dan 2012

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih profesional. Bertambahnya pesaing disetiap saat, baik pesaing yang berorientasi lokal maupun pesaing yang berorientasi international (multinational corporation), maka setiap perusahaan harus berusaha menampilkan yang terbaik, baik dalam segi kinerja perusahaan, juga harus ditunjang dengan strategi yang matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen keuangan.

Manajemen keuangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan dan eksistensi suatu perusahaan serta berpengaruh pula pada setiap individu yang ada dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, seorang manajer keuangan dituntut untuk dapat menjalankan manajemen keuangan dengan baik, hal ini dilakukan agar perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasional perusahaan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga perusahaan dapat mengembangkan dan mempertahankan aktivitas serta keberadaan perusahaan.

Selain manajemen yang baik, dalam suatu perusahaan juga memerlukan analisis terhadap laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah keuangan perusahaan serta mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Melalui analisis laporan keuangan, manajemen dapat mengetahui posisi keuangan, kinerja keuangan dan kekuatan keuangan (financial strength) yang dimiliki perusahaan. Selain berguna bagi perusahaan dan manajemennya, analisis laporan keuangan juga diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan lain seperti kreditor, investor dan pemerintah untuk menilai kondisi keuangan perusahaan dan perkembangan dari perusahaan tersebut.

Analisis rasio laporan keuangan yang lazim digunakan adalah analisis rasio likuiditas atau rasio modal kerja, analisis rasio solvabilitas, dan analisis rasio profitabilitas. Analisis rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan. Analisis rasio solvabilitas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang perusahaan. Analisis rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang dihasilkan dari penjualan.

PT. Truscel Capital yang bergerak dalam bidang jasa penilaian, jasa konsultan dan manajemen memiliki tujuan agar dapat menjadi sektor usaha yang dapat menghasilkan penilaian yang bermutu tinggi dan profesional. Oleh karena itu, PT. Truscel Capital dituntut untuk mempu menilai kondisi dan perkembangan perusahaan melalui analisis rasio laporan keuangan agar dapat mempertahankan keberadaaan perusahaan dan mampu meningkatkan pertumbuhan perusahaan ditengah pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat dan persaingan usaha yang semakin ketat

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis tertarik untuk menulis laporan skripsi mengenai, “ANALISIS RASIO PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. TRUSCEL CAPITAL JAKARTA ”

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, masalah yang diidentifikasikan dalam penelitian ini terbatas pada :

  1. Bagaimana hasil penilaian Net Profit Margin, Net Rate of Return on Investment, Return on Equity dalam penilaian laba bersih perusahaan PT. Truscel Capital?
  2. Bagaimana Komponen Pertumbuhan Rasio Profitabilitas perusahaan PT. Truscel Capital dari periode 2010 sampai dengan 2012?

C.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan dan manfaat dari penelitian yang diwujudkan dalam Skripsi ini adalah sebagai berikut :

1.         Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui hasil penilaian Net Profit Margin, Net Rate of Return on Investment, Return on Equity dalam penilaian laba bersih pada PT. Truscel Capital.
  2. Untuk mengetahui komponen pertumbuhan rasio profitabilitas pada PT. Truscel Capital dari periode 2010 sampai dengan 2012.

2.         Manfaat Penelitian

Penulis berharap agar penulisan skripsi ini dapat memberikan kontribusi bagi berbagai pihak, antara lain :

  1. Bagi Penulis

Dapat menerapkan teori dan memperdalam pengetahuan terutama yang berkaitan dengan analisis laporan keuangan yang pernah didapatkan semasa perkuliahan di Universitas Azzahra

  1. Bagi Pembaca

Skripsi ini dapat dijadikan sebagai penambahan wawasan dan dapat menjadi bahan referensi atau acuan penelitian bagi penulis selanjutnya, khususnya mahasiswa Universitas Azzahra, khususnya untuk Fakultas Ekonomi.

2. Bagi PT. Truscel Capital

Laporan ini dapat dijadikan sebagai suatu masukan yang dapat dikembangkan berkenaan dengan permasalahan yang dibahas untuk dapat membantu meningkatkan kinerja PT. Truscel Capital dalam menjalankan kegiatan perusahaan terutama dibagian keuangan. Dan juga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

 D.        Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan skripsi ini, pembahasan dan penganalisaannya diklasifikasikan secara sistematis ke dalam lima bab yaitu :

 

BAB I             : PENDAHULUAN

Dalam bab ini dipaparkan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.

 

BAB II            : LANDASAN TEORI

Dalam bab ini Penulis mengemukakan tentang berbagai referensi atau tinjauan pustaka yang mendukung kajian dan analisis yang penulis sampaikan.

 

BAB III          : METODOLOGI PENELITIAN

Dalam bab ini berisi tentang waktu dan lokasi penelitian, metode pengumpulan data, dan teknik analisis data. Dalam memperoleh data yang diperlukan untuk bahan penelitian, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

  1. Studi Lapangan yaitu studi atau penelitian untuk mendapatkan data primer dengan mengadakan peninjauan langsung pada lokasi perusahaan dengan maksud untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dengan cara sebagai berikut :
  2. Observasi yaitu penelitian dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti.
  3. Wawancara yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung pada pihak yang terkait dengan melakukan tanya jawab.

 

  1. Studi Kepustakan yaitu studi atau penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data sekunder dengan jelas membaca, mempelajari tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan system informasi akuntansi penjualan dan pengelolaan penjualan.

 

BAB IV          : PEMBAHASAN ATAU ANALISIS

Dalam bab ini Penulis melakukan kajian atau analisis terhadap materi yang penulis angkat sesuai dengan judul yang disampaikan.

 

BAB V                        : PENUTUP

Dalam bab ini dijelaskan tentang kesimpulan yang didapat oleh penulis beserta saran-saran yang mungkin berguna bagi perusahaan sebagai masukan.

 

BAB II

        LANDASAN TEORI

 

  1. Landasan Teori
  2. Manajemen Keuangan
  3. Pengertian Manajemen Keuangan

Perkembangan ilmu manajemen keuangan saat ini begitu dinamis. Ini terjadi seiring dengan tingginya aktivitas bisnis dan tata kehidupan manusia di era globalisasi saat ini. Kondisi ini menyebabkan berbagai pembahasan tentang ilmu manajemen keuangan menjadi begitu menarik bagi para manajer, birokrat dan tidak terkecuali para akademis serta peneliti umumnya.

Sedangkan menurut Irham Fahmi (2012:2) manajemen keuangan adalah :

      “Penggabungan dari ilmu dan seni yang membahas, mengkaji dan menganalisa tentang bagaimana seorang manajer keuangan dengan mempergunakan seluruh sumberdaya perusahaan untuk mencari dana, mengelola dana dan membagi dana dengan tujuan mampu memberikan profit atau kemakmuran bagi para pemegang saham dan suistainability (keberlanjutan) usaha bagi perusahaan.”

  1. Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Bidang manajemen keuangan memiliki tiga ruang lingkup yang harus dilihat oleh seorang manajer keuangan yaitu :

1). Bagaimana mencari dana

Pada tahap ini merupakan tahap awal dari tugas seorang manajer keuangan, dimana ia bertugas untuk mencari sumber-sumber dana yang bisa dipakai atau dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai modal perusahaan.

2). Bagaimana megelola dana

Pada tahap ini pihak manajemen keuangan bertugas untuk mengelola dana perusahaan dan kemudian menginvestasikan dana tersebut ke tempat-tempat yang dianggap produktif atau menguntungkan. Bagi seorang manajer keuangan akan selalu memantau dan menganalisis dengan baik pada setiap tindakan dan keputusan yang akan diambil dengan memperhitungkan aspek-aspek keuangan dan non keuangan, terutama kondisi kemungkinan terjadinya profit dan kontinuetas perusahaan di kemudian hari.

3). Bagaimana membagi dana

Pada tahap ini pihak manajemen keuangan akan melakukan keputusan untuk membagi keuntungan kepada para pemilik sesuai dengan jumlah modal yang disetor atau yang ditempatkan.

  1. Tujuan Manajemen Keuangan

Ada beberapa tujuan dari manajemen keuangan (Irham Fahmi:2012) yaitu :

1). Memaksimumkan nilai perusahaan

2). Menjaga stabilitas financial dalam keadaan yang selalu terkendali.

3). Memperkecil risiko perusahaan di masa sekarang dan yang akan datang.

Dari tiga tujuan ini yang paling utama adalah yang pertama, yaitu memaksimumkan nilai perusahaan. Pemahaman memaksimumkan nilai perusahaan adalah bagaimana pihak manajemen perushaan mampu memberikan nilai yang maksimum pada saat perusahaan tersebut masuk ke pasar.

  1. Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 (Ikatan Akuntan Indonesia: (Revisi 2009) mengatakan bahwa :

“Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka”.

Menurut Munawir dalam buku Analisa Laporan Keuangan (2004:5) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan laporan keuangan adalah :

“Dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode suatu perusahaan.Kedua daftar itu adalah Neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar Rugi-Laba.Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tidak dibagikan (laba yang ditahan)”.

Berdasarkan kutipan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan di perusahaan yang utama yaitu Neraca dan Laporan Laba-Rugi, sedangkan laporan keuangan lainnya hanya merupakan laporan pelengkap yang bersifat membantu untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.

  1. Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Kasmir, dalam bukunya “Analisis Laporan Keuangan” (2012; 11), berikut ini beberapa tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan yaitu :

  1. Memberikan informasi tentang jenis dan juga aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
  2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
  3. Memberikan informasi tentang jenis dan julmlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu.
  4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan pada periode tertentu
  5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada aktiva, pasiva dan modal perusahaan.
  6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode
  7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
  8. Informasi keuangan lainnya.
  9. Sifat Laporan Keuangan

Sifat laporan keuangan menurut Munawir, dalam bukunya “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 6), diantaranya :

Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran kemajuan (progress report) secara periodik yang dilakukan oleh pihak management yang bersangkutan.Laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari kombinasi antara fakta yang telah dicatat, prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan dalam akuntansi serta pendapat pribadi.

  1. Fakta-fakta yang telah dicatat (recorderfact)

Laporan keuangan dibuat berdasarkan fakta dari catatan akuntansi, pencatatan dari pos-pos ini merupakan catatan historis dari peristiwa yang telah terjadi dimasa lampau dan jumlah uang yang tercatat dinyatakan dalam harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut.Dengan sifat yang demikian maka laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan dari suatu perusahaan dalam kondisi perekonomian paling akhir.

  1. Prinsip dan kebiasaan di dalam akuntansi

Data yang dicatat didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, di dalam akuntansi juga digunakan prinsip atau anggapan-anggapan yang melengkapi konvensi-konvensi atau kebiasaan yang digunakan antara lain :

Bahwa perusahaan akan tetap berjalan sebagai suatu yang going concern atau kontinuitas usaha konsep ini menganggap bahwa perusahaan akan berjalan terus, konsekwensinya bahwa jumlah-jumlah yang tercantum dalam laporan bukanlah nilai realisasi jika aktiva tersebut dijual.

 

  1. Pendapat pribadi, dimaksudkan bahwa walaupun pencatatan akuntansi telah diatur oleh dalil-dalil dasar yang telah ditetapkan yang sudah menjadi standar praktek pembukuan, namun penggunaan tersebut tergantung oleh akuntan atau pihak management perusahaan yang bersangkutan misalnya dalam menentukan nilai persediaan itu tergantung pendapat pribadi management serta berdasar pengalaman masa lalu.

 

  1. Keterbatasan laporan keuangan

Keterbatasan laporan keuangan menurut Munawir, dalam bukunya “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 9), diantaranya :

  1. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan interim report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) bukan laporan yang final. Laporan keuangan tidak menjunjukkan nilai likwidasi atau realisasi dimana dalam pembuatannya terdapat pendapat-pendapat pribadi yang telah dilakukan oleh akuntan atau management yang bersangkutan.
  2. Laporan keuangan menunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatan bersifat pasti dan tepat. Angka yang tercantum dalam laporan keuangan hanya merupakan nilai buku (book value) yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang maupun nilai gantinya.
  3. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu, dimana daya beli (purchasing power) uang tersebut semakin menurun, dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukkan atau mencerminkan unit yang dijual semakin besar.
  4. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang (dikwantifisir).
  1. Bentuk-bentuk laporan keuangan
  2. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Pengertian neraca menurut Sofyan Syafri Harahap, dalam bukunya “Analisis Kritis atas Laporan Keuangan” (2010, 107), adalah suatu laporan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban dan modal pada saat tertentu.Laporan ini bisa disusun setiap saat dan merupakan opname situasi posisi keuangan pada saat itu.

Menurut Kasmir, dalam bukunya, “Analisis Laporan Keuangan” (2008; 35), dalam menyusun neraca, perusahaan dapat menggunakan beberapa bentuk sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya.Disamping itu, bentuk neraca yang dipilih sesuai dengan aturan dan kelaziman yang berlaku.Artinya penyusunan neraca didasarkan kepada bentuk yang telah distandarisasi, terutama untuk tujuan pihak luar perusahaan.

Dalam praktiknya terdapat beberapa bentuk neraca, yaitu :

  1. Bentuk Skontro (Account form), merupakan neraca yang bentuknya seperti huruf “T”.Oleh karena itu sering juga disebut T Form.Dalam bentuk ini neraca dibagi kedalam dua posisi, yaitu disebelah kiri berisi aktiva dan sebelah kanan yang berisi kewajiban dan modal.
  2. Bentuk Vertikal (Report form). Dalam bentuk laporan isi neraca disusun mulai dari atas terus kebawah, yaitu mulai dari aktiva lancar seperti kas, bank, efek, ialah komponen aktiva tetap,komponen aktiva lainnya, komponen kewajiban lancar, komponen utang jangka panjang dan terakhir adalah komponen modal (ekuitas).

Neraca terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :

1). Aktiva

Pengertian aktiva menurut Munawir, Akuntan dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan (2007; 14), adalah aktiva yang tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang belum dialokasikan (deffered charges) atau biaya yang masih harus dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva yang tidak berwujud lainnya (intangible assets).

Aktiva diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu :

a). Aktiva Lancar

Adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau dikonsumer dalam periode berikutnya (paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal). Berikut ini terdapat lima unsur pokok dari aktiva lancar, yaitu :

(1). Kas yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan. Dan pengertian kas adalah check yang diterima dari para pelanggan dan simpanan perusahaan di bank dalam bentuk giro atau demand deposit, yaitu simpanan di bank yang dapat diambil kembali (dengan menggunakan check atau bilyet) setiap saat diperlukan oleh perusahaan.

(2). Investasi jangka pendek (surat-surat berharga) yang sifatnya sementara (jangka pendek) dengan maksud memanfaatkan uang kas untuk sementara belum dibutuhkan dalam operasi.

(3). Piutang penghasilan (tagihan) atau penghasilan yang harus diterima adalah salah satu jenis transaksi akuntansi yang mengurusi penagihan konsumen yang berhutang pada seseorang, suatu perusahaan atau suatu organisasi untuk barang dan layanan yang telah diberikan pada konsumen tersebut. Hal ini biasanya dilakukan dengan membuat tagihan dan mengirimkan tagihan tersebut kepada konsumen yang akan dibayar dalam suatu tanggal waktu yang disebut termin kredit atau pembayaran.

(4). Persediaan adalah semua barang-barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca masih di gudang atau masih belum laku terjual.

(5).   Persekot atau biaya dibayar dimuka adalah pengeluaran untuk memperoleh jasa atau prestasi dari pihak lain.

b). Aktiva Tidak Lancar

Adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang (mempunyai unsur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan). Dan berikut ini terdapat lima unsur pokok dari aktiva tidak lancar yaitu :

(1). Investasi Jangka panjang, bagi perusahaan yang cukup besar dalam arti mempunyai kekayaan atau modal yang cukup atau sering melebihi yang dibutuhkan maka perusahaan ini dapat menanamkan modalnya dalam investasi jangka panjang diluar usaha pokoknya, seperti : saham dari perusahaan lain atau obligasi.

(2).   Aktiva Tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang pisiknya nampak (konkrit), seperti : tanah, bangunan, mesin, inventaris, kendaraan dan kelengkapan lainnya.              

(3).   Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets), adalah kekayaan perusahaan yang secara pisik tidak tampak, tetapi merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan, seperti : hak cipta, merk dagang, goodwill.

(4).   Beban Yang Ditangguhkan adalah menunjukkan adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang (lebih dari satu tahun), atau suatu pengeluaran yang akan dibebankan juga pada periode-periode berikutnya, seperti : biaya pemasaran, biaya penelitian, biaya pembukaan perusahaan.

(5). Aktiva Lain-Lain adalah aktiva perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukkan dalam klasifikasi-klasifikasi sebelumnya. Seperti : gedung dalam proses, tanah dalam penyelesaian.

2)   Hutang

Menurut Munawir, dalam bukunya “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 18), hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

a). Hutang Lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.

Hutang lancar meliputi : hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak, biaya yang masih harus dibayar, hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo, penghasilan yang diterima dimuka.

b). Hutang Jangka Panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannnya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca), yang meliputi : hutang obligasi, hutang hipotik, pinjaman jangka panjang yang lain.

 

3). Modal

Menurut Munawir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 19), modal adalah merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukkan dalam pos modal (modal saham), laba ditahan.Atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya.

  1. Laporan Rugi Laba (Income Statement)

Menurut Kasmir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2012; 58), Laporan rugi laba merupakan laporan yang menunjukkan kondisi usaha dalam suatu periode tertentu yang tergambar dari jumlah pendapatan yang diterima dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui apakah perusahaan dalam keadaan laba atau rugi.

Dan menurut Munawir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 26), laporan rugi laba mempunyai prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut :

  1. Bagian yang pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan (penjualan barang dagang atau memberikan service) diikuti dengan harga pokok dari barang / service yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.
  2. Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya operasional yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum / administrasi (operating expenses).

 

  1. Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh di luar operasi pokok perusahaan, yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi diluar usaha pokok perusahaan (non operating / financial income and expenses).
  2. Bagian keempat menunjukkan laba atau rugi yang insidentil (extraordinary gain or loss) sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

Bentuk Laporan Rugi Laba

Menurut Kasmir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2012; 49), bentuk dari laporan rugi / laba yang bisa digunakan adalah sebagai berikut”

a. Bentuk Tunggal atau single step, yaitu dengan menggabungkan semua penghasilan, baik pokok (operasional) maupun diluar pokok (non operasional) dijadikan satu, kemudian jumlah biaya pokok dan diluar pokok juga dijadikan satu.Dengan demikian, faktor pengurangnya adalah jumlah seluruh penghasilan dengan jumlah seluruh biaya. Artinya dalam bentuk ini laporan laba rugi disusun tanpa membedakan pendapatan dan biaya usaha dan diluar usaha lain.

b. Bentuk Majemuk atau Multiple Step, merupakan pemisahan antara komponen usaha pokok (operasional) dengan diluar pokok (non operasional).Artinya terlebih dahulu dikurangi antara penghasilan pokok dengan biaya pokok, kemudian baru ditambah dengan hasil pengurangan penghasilan dan biaya diluar pokok.

  1. Laporan Laba Ditahan

Menurut Munawir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 27), Laba atau rugi yang timbul secara insidentil dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan rugi laba atau dicantumkan dalam “Laporan Perubahan Modal” (Retained earning statement) atau “Laporan Perubahan Modal”, tergantung pada konsep yang dianut perusahaan.

Dalam laporan laba yang ditahan hanya berisi :

  1. Net Income yang ditransfer dari laporan rugi laba.
  2. Deklarasi (pembayaran) dividend.
  3. Penyisihan dari laba (Appropriation of retained earning).
  1. Analisa Laporan Keuangan
    1. Tujuan Analisa Laporan Keuangan

Menurut Munawir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 31), Laporan Keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.

1). Faktor yang paling utama dalam menganalisa laporan keuangan yaitu :

a). LikwiditasPerusahaan

Yaitu kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya tepat pada waktunya (khususnya kewajiban jangka pendek). Ditinjau dari likwiditas, maka keadaan perusahaan dapat dibedakan :

(1). Likwid yaitu perusahaan yang mampu memenuhi seluruh kewajiban keuangannya tepat pada waktunya.

(2). Ilikwid yaitu perusahaan yang tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya tepat pada waktunya.

 

Kewajiban keuangan suatu perusahaan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua :

(1). Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan (kreditur) dinamakan likwiditas badan usaha.

(2). Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan proses produksi (intern perusahaan) dinamakan likwiditas perusahaan.

 

b). Solvabilitas Perusahaan

Yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikwidasikan, baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

Ditinjau dari solvabilitas, keadaan perusahaan dibagi menjadi dua macam, yaitu perusahaan dikatakan solvabel apabila perusahaan tersebut mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya, sebaliknya dikatakan insolvabel apabila jumlah aktiva tidak cukup atau lebih kecil daripada jumlah hutangnya.

Dalam hubungannya antara likwiditas dan solvabilitas ada empat keadaan yang dapat dialami oleh perusahaan, yaitu:

(1)      Likwid dan solvabel yaitu perusahaan yang dapat memenuhi kewajiban keuangan baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.

(2)      Likwid tetapi insolvabel yaitu perusahaan yang dapat memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tetapi tidak dapat memenuhi keuangan jangka panjangnya.

(3)      Ilikwid dan solvabel yaitu tidak dapat memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tetapi dapat memenuhi kewajiban jangka panjang.

(4)      Ilikwid dan insolvabel yaitu perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangan baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.

 

c). Rentabilitas atau Profitability Perusahaan

Yaitu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam satu periode.Rentabilitas perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif, dengan demikian rentabilitas perusahaan dapat diketahui dengan memperbandingkan laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau modal perusahaan tersebut.

d). Stabilitas Usaha

Yaitu kemampuan perusahaan dalam menjalankan usahanya dengan stabil.Stabilitas usaha dapat diukur dari kemampuan perusahaan untuk membayar bunga dan pinjamannya tanpa mengalami krisis keuangan.

 

Standar Penilaian Dalam Analisis Rasio

Menurut Handono (2011:62) “Hasil analisis rasio keuangan baru bermakna jika sudah dikaitkan dengan suatu standar tertentu.” Terdapat empat macam standar dalam analisis rasio, yakni :

  1. Rata-rata industri
  2. Perusahaan paling unggul
  3. Data historis
  4. Anggaran serta realisasinya
  5. Prosedur Analisis

Menurut Munawir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 34), Analisa terhadap suatu laporan keuangan, penganalisa harus benar-benar memahami laporan keuangan tersebut. Penganalisa harus dapat menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan tersebut dengan kata lain agar hasilnya memuaskan maka kita harus mengetahui latar belakang dari data keuangan tersebut.

 

  1. Analisa Pembandingan Laporan Keuangan

Menurut Munawir, dalam bukunya, “AnalisaLaporan Keuangan” (2007; 38), dengan memperbandingkan Neraca (comparative balance sheet) menunjukkan aktiva, hutang dan modal perusahaan pada dua tanggal atau lebih untuk satu atau dua perusahaan yang berbeda akan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi.

Adapun beberapa perubahan di dalam neraca dalam satu period disebabkan karena :

  1. Laba atau rugi yang bersifat operasionil maupun yang insidentil.
  2. Diperolehnya aktiva baru maupun adanya perubahan bentuk aktiva.
  3. Timbulnya atau lunasnya hutang maupun adanya perubahan bentuk hutang yang satu ke bentuk hutang yang lain.
  4. Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan kembali modal saham, (adanya penambahan dan pengurangan modal).

 

Analisa laporan keuangan dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Analisa horizontal atau analisa dinamis yaitu menganalisa dengan mengadakan perbandingan dari laporan-laporan selama beberapa periode.
  2. Analisa vertical atau analisa statis yaitu menganalisa hanya meliputi satu periode saja (hanya memperbandingan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam satu laporan keuangan).

 

  1. Metode dan Teknik Analisa Laporan Keuangan

Menurut Munawir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 36), metode atau teknik analisa digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan, sehingga dapat diketahui perubahan-perubahan dari masing-masing pos tersebut.

Tujuan dari setiap metode dan teknik analisa adalah untuk menyederhanakan data sehingga dapat lebih dimengerti.Pertama-tama penganalisa harus mengorganisir atau mengumpulkan data yang diperlukan, mengukur dan kemudian menganalisa dan menginterpretasikan sehingga data ini menjadi lebih berarti. Teknik analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan, dengan menunjukkan :

  1. Data absolute (jumlah-jumlah dalam rupiah).
  2. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah.
  3. Kenaikan atau penurunan dalam prosentase.
  4. Perbandingan yang dinyatakan dalam rasio.
  5. Prosentase dari total.

                                           

  1. Analisa Rasio

Menurut Munawir, dalam bukunya, “Analisa Laporan Keuangan” (2007; 64), rasio yaitu angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos yang lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan.

Adapun ratio yang sering kita gunakan adalah :

  1. Rasio Likwiditas

Yaitu menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya.

 

  1. Current Ratio (Rasio Lancar)

Menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar.Semakin besar perbandingan-perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya.Apabila rasio lancar ini 100 % berarti aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar.

Rumus :

Aktiva Lancar

Rasio Lancar =

Hutang Lancar

 

  1. Acid Test Ratio / Quick Ratio

Disebut juga Quick Ratio yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang-hutangnya tanpa perhitungan persediaannya.

Rumus :

     Kas + Efek + Piutang

Acid Test Ratio =               

Hutang Lancar

 

  1. Cash Ratio (Rasio Kas)

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan membayar hutang lancarnya dengan kas atau yang setara dengan kas.

Rumus :

     Kas + Efek

                        Cash Ratio =  

   Hutang Lancar

  1. Rasio Solvabilitas

Yaitu menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang maupun kewajiban-kewajibannya yang apabila perusahaan dilikuidasi.Ratio ini dapat dihitung dari pos-pos atau sifatnya jangka panjang seperti aktiva tetap utang jangka panjang. Adapun yang termasuk ratio solvabilitas adalah sebagai berikut :

  1. Rasio Hutang atas Modal

Rasio ini menggambarkan sampai sejauh mana modal pemilik dapat menutupi utang-utang kepada pihak luar.Semakin kecil rasio ini semakin baik.Rasio ini disebut juga rasio leverage. Untuk keamanan pihak luar rasio terbaik jika jumlah modal lebih besar dari jumlah utang atau minimal sama. Namun bagi pemegang saham atau manajemen rasio leverage ini sebaiknya besar. Rumus :                    

                                                    Total Utang

Rasio Utang Atas Modal =

Modal (Equity)

 

  1. Times interest earned ratio / Interest Coverage

Times interest earned ratio atau Interest converage, rasio ini bertujuan untuk mengukur pengaruh beban bunga terhadap laba sebelum bunga dan pajak (EBIT).

Rumus :

                               Laba Sebelum Bunga dan Pajak(EBIT)

                     Beban Bunga

         Analisis rasio digunakan secara khusus oleh investor dan kreditor dalam keputusan investasi atau penyaluran dana. Selain itu rasio keuangan dapat berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi awal masalah yang terjadi didalam perusahaan, terutama berkaitan dengan masalah keuangan.

 

  1. Rasio Utang atas Aktiva

Rasio ini menunjukkan sejauhmana utang dapat ditutupi oleh aktiva lebih besar rasionya lebih aman (solvabel).Bisa juga dibaca berapa porsi utang dibanding dengan aktiva.Supaya aman porsi utang terhadap aktiva harus lebih kecil.

Rumus :

       Total Utang

Rasio Utang atas Aktiva =

                             Total Aktiva

 

  1. Rasio Rentabilitas / Profitabilitas

Yaitu kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan.Sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya. Adapun yang termasuk rasio rentabilitas yaitu :

 

  1. Rasio Margin Laba Kotor (Gross Profit margin)

Untuk mengukur pengendalian harga pokok atau biaya produksi, mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk berproduksi secara efisien..Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik.

Rumus :

                                                Laba Kotor

Margin Laba Kotor =

                        Pendapatan Bersih

                                   

  1. Rasio Margin Laba Bersih (Net Margin Ratio)

Rasio ini mengukur laba bersih setelah pajak terhadap penjualan.Rasio ini menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.Semakin besar rasio ini semakin baik karena dinggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.

Rumus :

Laba Bersih

 

Pendapatan Bersih

  1. Return On Assets (Rasio Pengembalian Atas Aktiva)

Rasio ini mengukur pengembalian atas total aktiva setelah bunga dari pajak. Hasil pengembalian total aktiva atau total investasi menunjukkan kinerja management dalam menggunakan aktiva perusahaan perusahaan untuk menghasilkan laba.

                           Rumus :

 

Return On Assets =

Laba Usaha

Rata-rata jumlah aktiva

 

  1. Net Rate of Return on Investment (ROI)

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan laba bersih berdasarkan tingkat aset yang tertentu. Rasio ini juga disebut dengan ROI (Return On Investment). Semakin tinggi hasilnya maka semakin efektif dalam mengelola assets.

  1. Return On Equity (ROE)

Rasio ini memperlihatkan sejauh mana perusahaan mengelola modal sendiri secara efektif, mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan pemilik modal sendiri atau pemegang saham perusahaan. ROE menunjukkan rentabilitas modal sendiri atau pemegang saham perusahaan . ROE menunjukkan rentabilitas modal sendiri atau sering disebut sebagai rentabilitas usaha. Semakin besar rasio ini semakin baik.

 

  1. Operating Ratio

Mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan, sehingga rasio yang tinggi menunjukkan keadaan kurang baik karena berarti setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya yang tinggi disebabkan oleh faktor intern yang dikendalikan oleh management, tetapi juga faktor extern misalnya faktor harga yang sulit dikendalikan oleh management.

Rumus :

Operating Ratio =

Harga Pokok + Biaya Operasi       

       Penjualan

Informasi kinerja perusahaan, terutama profitabilitas, diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa depan (PSAK Nomor 1, 1994). Banyak pihak yang berkepentingan dengan baik dan buruknya kinerja perusahaan. Bagi manajemen perusahaan yang setiap hari dekat dengan kegiatan perusahaan bertanggungjawab terhadap hasil yang dicapai dalam satu periode dan akan digunakan sebagai umpan balik dalam perencanaan pada periode berikutnya.

Dengan demikian maka hasil analisis dan perhitungan rasio keuangan tertentu dapat dipergunakan sebagai alat perencanaan, pengendalian dan evaluasi kinerja perusahaan. Bagi investor, hasil analisis rasio keuangan merupakan informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan membayar bunga maupun pokok pinjaman, nilai saham sebagai bahan pertimbangan untuk membeli atau tidak dan nilai aktiva tertentu yang cukup wajar sebagai jaminan atas risiko yang mungkin dihadapi.

Sedangkan pihak lain seperti pemerintah, karyawan maupun organisasi masyarakat juga berkepentingan terhadap kinerja perusahaan seperti untuk tujuan perhitungan dan pembayaran pajak, kemampuan perusahaan membayar gaji dan hak karyawan lainnya, serta kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban terhadap lingkungan masyarakat dan lain sebagainya.

Analisis Rasio Profitabilitas terhadap Penilaian Laba Bersih

 

  1. Analisis Net Profit Margin pada Penilaian Laba

Profit margin menunjukkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini juga bisa diinterpretasikan sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya (ukuran efisiensi) di perusahaan pada periode tertentu. Semakin besar rasio ini maka semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi (Harahap, 2006). Perusahaan yang sehat seharusnya memiliki profit margin positif yang menandakan bahwa perusahaan tersebut menghasilkan laba bersih.

Pengaruh rasio Net profit margin terhadap perubahan laba perusahaan adalah semakin tinggi nilai rasio ini maka laba bersih yang dihasilkan juga akan semakin meningkat karena penjualan bertambah lebih besar dari pada biaya usahanya.

 

  1. Analisis Net Rate of Return on Investment pada Penilaian Laba

Pengembalian atas investasi atau asset (Return of Investment ROI) adalah perbandingan dari pemasukan (income) pertahun terhadap dana investasi. Dengan demikian memberikan indikasi profitabilitas suatu investasi.

Karena investasi dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk seperti biaya pertama, investasi rata-rata dan lain-lain, demikian pula perhitungan pemasukan dapat dimasukkan faktor-faktor depresiasi, pajak, bunga dan lain-lain maka akan dihasilkan banyak sekali variasi ROI.

      Pengaruh ROI terhadap perubahan laba perusahaan adalah semakin tinggi ROI maka laba bersih yang dihasilkan dan semakin disukai oleh calon investor.

 

  1. Analisis Return on Equity pada Penilaian Laba

ROE diperlukan karena merupakan ukuran efisiensi yang dicapai perusahaan dalam mendayagunakan modal para pemilik saham. ROE merupakan taksiran tentang laba bersih dari modal (equity) yang diinvestasiikan atau persentase pengembalian (return) kepada pemilik dari investasinya dalam perusahaan.

            Pengaruh ROE terhadap perubahan laba perusahaan adalah mengukur kinerja keuangan dalam memperhitungkan R/L perusahaan.

 

  1. Kerangka Pemikiran

Berdasarkan hasil analisis laporan keuangan PT. Truscel Capital, penulis memperoleh angka-angka rasio profitabilitas. Selanjutnya penulis membuat suatu kesimpulan dari hasil analisa laporan keuangan yang telah dilakukan untuk melihat kinerja keuangan perusahaan, kemudian memberikan saran-saran yang sekiranya dapat menjadi masukan bagi para pemakai laporan keuangan dalam mengukur kinerja keuangannya.

            Berdasarkan uraian diatas, maka kerangka pemikiran dalam penelitian ini dinyatakan dalam bentuk skema sebagai berikut :

Gambar : 1

Skema Kerangka Pemikiran

 

Analisis Laporan Keuangan

 

Profitabilitas

Penilaian Laba Bersih

Memuaskan

Tidak Memuaskan

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. Metode Penelitian

Dalam menyusun skripsi ini, terlebih dahulu diadakan serangkaian penelitian untuk memproses data ataupun informasi yang lengkap dan teliti yang bertujuan untuk memberikan kebenaran ilmiah sehingga dapat memperluas cakrawala pandangan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Metode ini bisa disebut juga metode deskriptif analisis yaitu pengumpulan data yang sesuai dengan sebenarnya.

Digunakan juga metode penelitian yang bersifat sistematis dan objektif, yang bertujuan memperoleh dan mengumpulkan informasi dengan teliti dan efisien yang dapat dipergunakam sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian.

Dari data yang diperoleh penulis mencoba menganalisa dan membandingkan dengan teori yang ada, untuk kemudian dianalisis penerapannya dalam praktek.

  1. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu efektif yang digunakan dalam penelitian ini mulai bulan November 2013 sampai Januari 2013 yang dilakukan disebuah perusahaan konsultan bisnis PT. Truscel Capital yang beralamat di The Boulevard Office Building #03-F1, Jl. Fachrudin Raya No. 5, Kebon Sirih Jakarta Pusat 10220.

  1. Obyek Penelitian

Dalam skripsi ini penulis melakukan penelitian pada perusahaan konsultan bisnis. Sedangkan objek penelitian yang dilakukan penulis adalah laporan keuangan dari perusahaan tersebut yaitu laporan keuangan 3 periode, laporan keuangan tahun 2010, 2011 dan laporan keuangan tahun 2012.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut :

  1. Jenis Data

Data yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber utama (perusahaan) yang dijadikan objek penelitian. Data tersebut berupa laporan keuangan (annually report) perusahaan-perusahaan tergolong dalam kelompok properti dan komponennya selama tiga periode yaitu 2010, 2011 & 2012.

  1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang digunakan dengan penelitian dengan cara membaca dan mempelajari literature seperti buku-buku, jurnal dan berbagai macam sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian.

  1. Teknik Analisis Data
    1. Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah sebagai berikut :

Rasio – rasio Profitabilitas

  1. Net Profit Margin

EAIT

Net Profit Margin =

                                     Sales

2.      Net Rate of Return on Investment (ROI)

 

EAIT

Return on Investment (ROI) =

                                            Total Sales

 

3.      Return on Equity (ROE)

EAIT

Return on Equity (ROE) =

                                                                  Equity

b.         Standar Pengukuran Industri

Berikut standar industri yang digunakan guna untuk mengukur profitabilitas perusahaan menurut Kasmir (2010:208) :

 

Jenis Rasio

Standar Industri

 

Net Profit Margin

20%

 

Return On Investment

30%

 

Return On Equity

40%

Tabel 1. Standar Industri

 

 

BAB IV

ANALISIS / PEMBAHASAN

 

  1. Gambaran Umum Perusahaan
  2. Sejarah Perusahaan

PT. Truscel Capital bergerak di bidang Penilaian dan Konsultasi, dan berafiliasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rao, Yuhal & Rekan yang didirikan tahun 1999.

PT. Truscel Capital merupakan perusahaan penilai yang mempunyai ijin dari Departemen Keuangan dan disetujui oleh Bapepam sebagai konsultan independen dengan ijin No. 12/BL/STTD-P/B/2011 untuk melakukan penilaian usaha dan memberi pendapat kewajaran atas suatu rencana transaksi perusahaan terbuka.

PT. Truscel Capital juga telah terdaftar sebagai rekanan Financial Advisor di PPA, PT Bukit Asam Tbk, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Timah(Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Antam (Persero) Tbk dan beberapa perusahaan BUMN Lainnya.

PT. Truscel Capital juga mempunyai Akta Pendirian Notaris No. 2 tahun 1999 yang dicatat di Pengadilan Negeri dengan No. 40/A/DLL/HKM/1999, serta diumumkan dalam Tambahan Berita Negara No. 16, 26 Feb 2000.

Dan juga Surat-Surat dan izin-izin lainnya, seperti Surat Keterangan Domisili Perusahaan No. 848/1.824/2011.Tanda Daftar Perusahaan Bentuk Perusahaan Lain No. 09.05.1.70.65229.Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar No. 00410-01/PB/P/1.824.271 dan Ijin Penilai Publik dari Departemen Keuangan RI.

 

2.         Visi dan Misi Perusahaan

  1. Visi

To be a market leader in developing innovative client solutions

  1. Misi

To bring the best qualified experts into each assignment so that to develop best deliverable and maintain the highest standards of professional integrity

 

3.         Bidang Usaha dan Ruang Gerak

PT. Truscel Capital menawarkan jasa penasehat keuangan korporasi bertaraf internasional meliputi penilaian perusahaan, penilaian saham, penilaian aktiva tak berwujud, studi kelayakan,, pengkajian rencana usaha & penyiapan strategi perusahaan, pemberikan pendapat kewajaran dan penilaian investasi (investment appraisals), memberi nasehat atas penggabungan usaha dan akuisisi dan restrukturisasi hutang serta persiapan pra-Penawaran Saham Perdana (IPO).

Dengan penilai yang berakreditasi Penilai Publik dan rekam jejak yang unggul, PT. Truscel Capital dapat memberikan kontribusi terbaik kepada klien dalam penilaian usaha, penilaian aktiva tetap dan penilaian aktiva tak berwujud.

PT. Truscel Capital melakukan pengumpulan dana (fund raising) secara terpilih, dengan menciptakan struktur tertentu yang disesuaikan dengan setiap jenis transaksi untuk mencapai hasil akhir yang terbaik selama pengumpulan dana.

Pengetahuan yang luas dan pengalaman dalam merger dan akuisisi selama beberapa tahun adalah nilai yang akan diperoleh oleh klien dari PT. Truscel Capital. Hal ini memastikan bahwa merger dan akuisisi telah sukses dan menghasilkan peningkatan nilai bagi pemegang saham.

Mempunyai keahlian dan pengalaman dalam melakukan beberapa proyek privatisasi.Ahli privatisasi PT. Truscel Capital telah membuat perusahaan ini memberikan nilai tambah pada sektor swasta dan sektor publik.

4.           Jasa-jasa di PT. Truscel Capital

(a). Penasehat Merger & Akuisisi / Merger and Acquisition Advisory

  1. Analisis Rencana Bisnis / Business Plan Analysis
  2. Cash Monitoring
  3. Penilaian Saham dan Perushaan / Company & Share Valuation
  4. Restrukturisasi utang / Debt Restructuring
  5. Pendapat Kewajaran / Fairness Opinion
  6. Studi Kelayakan / Feasibility Studies
  7. Uji Tuntas Pajak & Keuangan / Financial & Tax Due Diligence
  8. Model Keuangan / Financial Modeling
  9. Penilaian Aktiva Tetap / Fixed Asset Valuations
  10. Penilaian IFRS / International Financial Reporting Standards Valuationl
  11. Penilaiaian Asset Berwujud / Intangible Asset Valuation
  12. Penawaran Umum Perdana / Initial Public Offering & Right Issue Preparation
  13. Penasehat Privat / Privatization Advisory

 

5.           Struktur Organisasi

 Gambar 2 Struktur Organisasi

 

6.             Deskripsi Kerja

  1. Managing Partner dan atau Signing Partner

PT. Truscel Capital dipimpin oleh seorang Managing Partner (Pimpinan Rekan) yang berfungsi sebagai Pimpinan dalam pengelolaan administrasi dan keuangan termasuk anggaran. Untuk pekerjaan dan tugas penilaian usaha maka yang bertanggung jawab adalah Managing Partner yang menandatangani tugas penilaian tersebut (Signing Partner). Managing Partner, berfungsi sebagai Signing Partner, maka ia bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan penilaian yang menjadi tugasnya.

 

  1. Partner

Partner bertanggung jawab secara penuh untuk memastikan bahwa ketaatan dan komitmen terhadap peraturan Bapepam-LK, SPI dan peraturan terkait lainnya telah dilaksanakan. Partner menetapkan tujuan Sistem Pengendalian Mutu PT. Truscel Capital dan tujuan-tujuan lainnya yang relevan.

 

  1. Quality Control In-Charge Penilai Usaha (QC)

QC bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan dan prosedur pengendalian mutu telah diterapkan dengan benar dan konsisten dalam setiap penyelesaian penugasan. QC harus melaporkan secara langsung kepada Managing Partner tentang segala hal yang berkaitan dengan Sistem.

 

  1. Pengawas Tingkat Menengah Penilaian Usaha

Bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu kepada seluruh valuers. Dalam melaksanakan penugasan yang diberikan, Pengawas harus memastikan bahwa kebijakan dan prosedur pengendalian mutu telah diterapkan dalam lingkup pekerjaan mereka dan yakin bahwa valuers yang berada dalam pengawasannya telah memahami kebijakan dan prosedur Sistem Pengendalian Mutu. Sehubungan dengan adanya permasalahan dalam penerapan Sistem Pengendalian Mutu, Manager bertanggung jawab untuk mendiskusikannya dengan Managing Partner, QC ataupun valuers yang berada dalam pengawasannya.

 

  1. In-Charge Penilai Usaha (QC)

Seluruh valuers lainnya bertanggung jawab untuk mengikuti ketentuan, kebijakan dan prosedur pengendalian mutu PT. Truscel Capital serta melaporkan kepada QC, Pengawas serta Managing Partner atas masalah-masalah yang timbul atau ketidaktaatan dalam penerapan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.

 

  1. Finance & Accounting

1). Merencanakan dan membuat budget keuangan.

2). Membuat laporan keuangan.

3). Mencatat pengeluaran dan pemasukan kas dan membuat laporan petty cash.

4). Membayar semua tagihan perusahaan.

5). Membuat invoice, surat penagihan dan Faktur Pajak

6). Menagih piutang.

7). Menghitung, membayar, melaporkan pajak perusahaan.

  1. Business Development

Merancang dan membuat Proposal serta Kontrak Perjanjian Kerja (Engagement Letter)

Tabel 2 Neraca

Tabel 3 Laporan Laba Rugi

 

  1. Analisis Data dan Pembahasan Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan sejauh mana perusahaan menghasilkan laba baik dalam hubungannya dengan penjualan, asset maupun laba bagi modal sendiri.

 

BAB V

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kinerja keuangan PT. Truscel Capital dilihat dalam konteks perubahan selama 3 (tiga) periode yaitu periode tahun 2010-2012 dapat disimpulkan sebagai berikut :

 

B.     Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang penulis sampaikan agar dapat menjadi masukan bagi PT. Truscel Capital adalah :

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Fahmi, Irham, Pengantar Manajemen Keuangan, Alfabeta, Bandung, 2012

Harahap, Sofyan Syafri, Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi Ke-1, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2008

Ikatan Akuntansi Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat, Jakarta, 2007

Ikatan Akuntan Indonesia, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1, Revisi 2009, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, Jakarta, 2009

Jumingan, Analisis Laporan Keuangan. Cetakan Kedua, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2008

Kasmir, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Ke 1-5, Rajawali Pers, Jakarta,   2012

Munawir, S., Analisa Laporan Keuangan, Edisi Ke-4, Liberty, Yogyakarta, 2007

Nuh, Muhammad, Principle Accounting, Fajar, Jakarta, 2006

Samryn, Akuntansi Manajemen. Informasi Biaya Untuk Mengendalikan Aktivitas Operasi dan Informasi. Edisi Pertama, Kencana Media Group, Jakarta, 2012

Sugiono, Arief dan Edy Untung, Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan, PT. Grasindo, Jakarta, 2008

Syahrial, Dermawan, Purba, Djahotman, Analisis Laporan Keuangan Jilid Dua, Mitra Wacana, Jakarta 2013

 

BIODATA PENULIS

 

Nama                                                   : Siti Sarahadi

Tempat, Tanggal Lahir                        : Jakarta, 10 Mei 1991

Jenis Kelamin                                      : Perempuan

Agama                                                 : Islam

Alamat                                                : Jl. Mampang Prapatan XI Rt. 005/007

No. 30, Jakarta Selatan

Pendidikan

  1. SD                                           : MI Al-Khairiyah
  2. SMP                                        : MTs Al-Khairiyah
  3. SMK                                       : SMK Negeri 8 Jakarta
  4. Perguruan Tinggi                     : Politeknik LP3I Jakarta (2012)
  5. Program Studi                   : Komputerisasi Akuntansi
  6. Kampus                             : Pasar Minggu
  7. Perguruan Tinggi                     : Universitas Azzahra
    1. Fakultas                            : Ekonomi
    2. Jurusan                             : Akuntansi

 

Pengalaman Kerja

  1. Bekerja di PT. Prathama Line Logistics, SCBD Lot 28, Jl Jenderal Sudirman Kav 52-53 (April 2014 – Sekarang) Accounting
  2. Bekerja di PT. Truscel Capital / KJPP Rao, Yuhal & Rekan, The Boulevard Office Building, Jakarta Pusat (Oktober 2011 – April 2014) Secretary & Accounting & Finance 
  3. Bekerja di PT. Carat Indonesia / PT. Cursor Media, Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan (Mei 2011 – Agustus 2011) Accounting
  4. Magang di PT. Indosat Tbk, Wisma Antara, Jakarta Pusat (2006) Accounting

 

Jakarta, 3 Pebruari 2014

Penulis

 

 

 

Siti Sarahadi